<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454</id><updated>2011-10-10T18:30:28.533+07:00</updated><category term='HIKMAH'/><category term='majalah fatawa'/><category term='mulailah aktifitas dengan basmallah'/><category term='KISAH TELADAN'/><category term='MENGENDALIKAN EMOSI'/><category term='Kiamat 2012'/><category term='MEMBUMIKAN AL QUR&apos;AN'/><category term='ADAKAH SAHABAT YANG SEJATI'/><category term='ANTARA NEWS'/><category term='Sabar itu indah'/><category term='Mutiara Al’Quran'/><category term='At Tauhid'/><category term='Biarkan masa depan datang sendiri'/><category term='kajian islam'/><category term='Ustad Fariq Gasim AnNuz.Lc'/><category term='TAFSIR AL&apos;QURAN'/><category term='RENUNGAN'/><category term='Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari'/><category term='jangan bersedih.'/><category term='gadget islami'/><category term='La Tahzan'/><category term='MUSLIMAH'/><category term='TAUBAT'/><category term='hadits'/><title type='text'>JALAN LURUS</title><subtitle type='html'>HIDUP YANG TENANG ADALAH HIDUP DIJALAN ALLAH</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-2564963278108360840</id><published>2011-01-10T22:34:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T22:34:27.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUSLIMAH'/><title type='text'>Makin Banyak Wanita Inggris Menjadi Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="bd"&gt;  &lt;div class="content"&gt;   London (ANTARA) - Lebih dari 100.000 wanita Inggris kulit putih yang  berusia rata-rata 27 tahun memilih menjadi Muslim, angka tersebut dua  kali lipat dalam 10 tahun dengan rata-rata usia 27 tahun karena mereka  muak dengan konsumerisme dan imoralitas.&lt;br /&gt;Koran terkemuka Inggris Daily dalam laporannya minggu ini yang  ditulis Jack Doyle menyebutkan terjadi gelombang pada wanita kulit putih  muda mengadopsi agama Islam, tahun lalu tercatat sekitar 5.200 orang di  Inggris memilih Islam diantaranya adik ipar mantan PM Inggris Tony  Blair.&lt;br /&gt;Tahun lalu Lauren Booth, saudara ipar mantan Perdana Menteri Tony  Blair, menarik perhatian luas ketika ia mengumumkan bahwa ia telah masuk  Islam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengamat masalah Islam di Inggris, Hakimul Ikhwan, S.Sos., MA kepada  koresponden Antara London, Senin menyebutkan fenomena bertambahnya  jumlah Muslim di Inggris, terutama White British ke Islam tidak bisa  dilepaskan dari tingginya intensitas dan masifnya publikasi mengenai  Islam.&lt;br /&gt;Menurut dosen di Universitas Gajah Mada yang sedang mengambil Phd di  Essex University, mengatakan jumlah masyarakat Muslim sejak beberapa  dekade terakhir dan semakin meningkat signifikan dalam satu dekade  terakhir.&lt;br /&gt;Hakimul Ikhwan mengatakan menarik untuk melihat alasan sebagian  wanita yang convert adalah karena Islam "membebaskan" mereka dari  konsumerisme dan immoralitas dengan penggunaan burqah, jilbab, kerudung  dan busana muslimah sejenisnya.&lt;br /&gt;Lagi-lagi berbasis spirit demokrasi dan individualitas, wanita  berbusana muslimah banyak ditemui di berbagai kota di Inggris. Para  immigran bisa dengan bebas berbusana muslimah.&lt;br /&gt;Kondisi ini menyajikan "cermin" bagi wanita Inggris menjawab problem  konsumerisme dan kebiasaan pesta di kalangan muda Inggris, ujar sarjana  sosiologi UGM Yogjakarta.&lt;br /&gt;Justru diminati&lt;br /&gt;Hakimul mengungkapkan muncul pertanyaan, mengapa Islam yang  cenderung tampil dengan wajah negatif (radikal destruktif) justru  diminati atau menarik "White British untuk Convert ke Islam" Fenomena  ini bisa disebabkan oleh beberapa hal.&lt;br /&gt;Menurut Hakimul Ikhwan, yang sedang melakukan riset S3 nya  Islamifikasi di Inggris dan Barat, pertama, prinsip-prinsip Barat yang  menekankan pada kreativitas dan kebebasan berfikir individu memungkinkan  individu-individu di Inggris untuk mempelajari (mengkaji) lebih dalam  mengenai Islam.&lt;br /&gt;Informasi yang sangat luas mengenai Islam bisa didapat melalui  internet, ujar dosen sosialogi UGM, menambahkan selain itu, diskursus  mengenai Islam dan masyarakat Muslim menjadi topik kajian dan penelitian  yang semakin diminati di perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Ketika Islam dikaji oleh individu dalam kerangka akademik/  intelektual, maka sesuai dengan prinsip-prinsip keilmuan (scientific  Barat) harus mengakses beragam sumber pemikiran (school of thoughts) dan  mazhab yang beragam (pros and cons).&lt;br /&gt;Hal ini memungkinkan tampilnya kekayaan tafsir, hikmah (wisdom), dan  humanity dalam Islam. Islam yang nonradikal, damai (peaceful), moderat  dan pluralis semakin menarik perhatian masyarakat Barat, ujar salah satu  pendiri MASIKA ICMI Yogyakarta, dan ketua Indonesian Moslem Association  in Nottinghamshire-Leicestershire, UK .&lt;br /&gt;Kecenderungan ketertarikan terhadap Islam yang antikekerasan dan  moderat bisa dilihat misalnya dalam wacana dialog multiagama  (multi-faiths dialog) serta upaya untuk "mengarusutamakan"  (mainstreaming) Islam yang non-Timur Tengah.&lt;br /&gt;Dikatakannya dalam konteks inilah, Indonesia menjadi primadona.&lt;br /&gt;"Wajah Islam Indonesia yang moderat, toleran dan sadar gender,  misalnya menjadi "topik" utama yang diangkat oleh mantan PM Tony Blair  dan Presiden AS Barrack Obama dalam kunjungan mereka ke Indonesia," ujar  Hakimul Ikhwan, yang meraih Master di bidang Politics dan Social Policy  di University of Nottingham, Inggeris.&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari masyarakat Muslim Indonesia, memiliki kesempatan  besar yang luar biasa untuk menjadikan ekspresi Islam Indonesia sebagai  "mainstream" atau alternatif dari ekspresi Islam Timur Tengah yaitu  Islam adalah satu dalam kaitannya dengan Al-Qur`an, tetapi ekspresinya  berbeda-beda di Timur Tengah, India Pakistan dan Indonesia.&lt;br /&gt;Selain faktor publisitas dan discourse Islam yang menguat di tingkat  global, faktor lain yang juga sangat menentukan meningkatnya conversion  ke Islam di kalangan White British adalah meningkatnya jumlah para  imigran Muslim di Inggris seperti dari Pakistan, Turki, Bangladesh,  Timur Tengah, dan Asia seperti Indonesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;Banyaknya imigran muslim tersebut membuat simbol-simbol Islam  tersebar luas dan dapat ditemui di berbagai penjuru kota. Misalnya,  Butcher Halal atau halal meat, pizza halal, dan lain sebagainya seperti  banyaknya wanita di jalan yang mengenakan jilbab.&lt;br /&gt;Istilah "halal" telah menjadi "ikon" publisitas yang sangat efektif  tentang Islam. Penjualan daging halal di supermarket seperti Tesco,  Asda, dan Sainsburry, misalnya, membuat Menteri Pertanian Inggris harus  menjelaskan kepada publik tentang pengertian daging halal atau halal  meat.&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, halal meat tidak semata soal Islam, tetapi  juga soal makanan yang sehat Healthy meat/food, demikian Hakim.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-2564963278108360840?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/2564963278108360840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2011/01/makin-banyak-wanita-inggris-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2564963278108360840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2564963278108360840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2011/01/makin-banyak-wanita-inggris-menjadi.html' title='Makin Banyak Wanita Inggris Menjadi Muslim'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-2054084685383518228</id><published>2010-06-12T01:18:00.000+07:00</published><updated>2010-06-12T01:18:51.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ANTARA NEWS'/><title type='text'>ISLAM SELAMATKAN DUNIA</title><content type='html'>&lt;div class="content"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/TBJ93j4GvFI/AAAAAAAAAZs/aSCSyoyrPKs/s1600/1727174429-pangeran-charles-prinsip-spiritual-islam-selamatkan-dunia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/TBJ93j4GvFI/AAAAAAAAAZs/aSCSyoyrPKs/s200/1727174429-pangeran-charles-prinsip-spiritual-islam-selamatkan-dunia.jpg" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;London (ANTARA) - Putera Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles mengakui, mengikuti prinsip-prinsip spiritual Islam akan dapat menyelamatkan dunia.&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Pangeran Charles dalam pidatonya yang bertema "Islam and the Environment" di gedung Sheldonian Teater, Universitas Oxford, Oxford, Inggris, demikian dilaporkan harian terkemuka Inggris Daily Mail, Kamis.&lt;br /&gt;Dalam ceramahnya selama satu jam di hadapan para sarjana studi Islam di Oxford, Pangeran Charles berargumen bahwa kehancuran manusia dunia terutama bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;Untuk itu ia mendesak dunia untuk mengikuti prinsip-prinsip spiritual Islam untuk melindungi lingkungan.&lt;br /&gt;Menurut ayah Pangeran William dan Harry, arus `pembagian` antara manusia dan alam ini disebabkan bukan hanya oleh industrialisasi tetapi juga oleh sikap kita terhadap lingkungan - yang bertentangan dengan butir-butir "tradisi suci".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pangeran itu yang menganut agama Kristen yang akan menjadi kepala Gereja Inggris bila naik tahta menjadi Raja Inggris berbicara secara mendalam mengenai Alquran yang dipelajarinya sendiri.&lt;br /&gt;Charles mengatakan bahwa "tidak ada pemisahan antara manusia dan alam" dan mengatakan "kita harus selalu hidup dalam lingkungan yang terbatas."&lt;br /&gt;Ia berbicara kepada para sarjana di Pusat Studi Islam Oxford dalam rangka dan mencoba untuk mendorong pemahaman yang lebih baik dari budaya dan peradaban agama.&lt;br /&gt;Dalam pidato menandai ulang tahun ke-25 Pusat Studi Islam Oxford, tempat ia menjadi pelindungnya, Charles mengajak untuk memahami agama dengan mata pelajaran favorit lain seperti lingkungan.&lt;br /&gt;"Islam selalu mengajarkan keseimbangan dan bila kita mengabaikannya sangat bertentangan dengan penciptaan," demikian Pangeran Charles.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-2054084685383518228?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/2054084685383518228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/06/islam-selamatkan-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2054084685383518228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2054084685383518228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/06/islam-selamatkan-dunia.html' title='ISLAM SELAMATKAN DUNIA'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/TBJ93j4GvFI/AAAAAAAAAZs/aSCSyoyrPKs/s72-c/1727174429-pangeran-charles-prinsip-spiritual-islam-selamatkan-dunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-2383887700786271905</id><published>2010-04-27T10:41:00.001+07:00</published><updated>2010-04-27T10:42:16.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gadget islami'/><title type='text'>Subahanallah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/S9ZcDmMKDVI/AAAAAAAAAW4/tpIFVnTqq7s/s1600/4541331274_5d179b6690.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/S9ZcDmMKDVI/AAAAAAAAAW4/tpIFVnTqq7s/s400/4541331274_5d179b6690.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-2383887700786271905?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/2383887700786271905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/04/subahanallah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2383887700786271905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2383887700786271905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/04/subahanallah.html' title='Subahanallah'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/S9ZcDmMKDVI/AAAAAAAAAW4/tpIFVnTqq7s/s72-c/4541331274_5d179b6690.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-6855256493784787735</id><published>2010-04-03T12:03:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T12:03:06.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUSLIMAH'/><title type='text'>MENGAPA SY PILIH BERTUDUNG / JILBAB?</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=193227&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=105858672785108&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=105858672785108&amp;amp;id=100000283208866" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs467.ash1/25661_111224452230328_100000283208866_193227_4559687_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjalankan syi’ar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berniat untuk ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.... Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Agar kaum wanita menutup auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bukan karena gaya-gayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bukan karena mengikut trend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bukan karena berlagak sok suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Saya ingin menjadi wanita solihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Jilbab adalah pakaian taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Untuk meninggikan izzah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Jilbab lebih melindungi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Membuat saya lebih merasa aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Menghindari zina mata dan zina hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Membuat saya lebih bersahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Membuat saya lebih khusyu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Membuat saya malu bila berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Mendekatkan saya pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Mendekatkan saya pada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Mendekatkan saya pada sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Membedakan diri dari penganut agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Membuat saya lebih terlihat anggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. Membuat saya terlihat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. Membuat saya lebih terlihat wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. Tidak terlihat seperti laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. Jodoh merupakan urusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74. Memudahkan saya dalam beraktifitas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75. Membuat lebih mudah bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78. Saya tidak suka memakai celana jeans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak&lt;br /&gt;beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. Menghemat waktu dalam berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81. Menghemat waktu dalam berhias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84. Menghemat biaya untuk membeli make up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat&lt;br /&gt;kebotakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93. Menghindari hidup yang konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97. Lebih mudah dalam menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;101. Meneladani Siti Maryam, Ibunda Nabi Isa AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;102. Menuruti perintah Nabi Isa AS &amp;amp; para Nabi terdahulu. Berdasar ayat:&lt;br /&gt;1 Korintus 11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak BERTUDUNG, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.&lt;br /&gt;11:6 Sebab jika perempuan tidak mau MENUDUNGI KEPALANYA, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka HARUSLAH ia menudungi kepalanya.&lt;br /&gt;11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.&lt;br /&gt;11:8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.&lt;br /&gt;11:9 Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.&lt;br /&gt;11:10 Sebab itu, perempuan HARUS MEMAKAI tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.&lt;br /&gt;11:11 Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.&lt;br /&gt;11:12 Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.&lt;br /&gt;11:13 Pertimbangkanlah sendiri: PATUTKAH PEREMPUAN BERDOA KEPADA ALLAH DENGAN KEPALA YG TIDAK BERTUDUNG?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103. Memurnikan ajaran yg telah hilang dari ummat terdahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;104. Melaksanakan perintah dalam Qur'an, Taurat, Zabur (Mazmur) &amp;amp; Injil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105. Membuktikan jika ummat lain telah menghilangkan ajaran para Nabi terdahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;106. Melindungi diri dari api neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;107. Menjaga kesucian jiwa orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;108. Mengingatkan orang lain pada perintah ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;109. Mengikuti Jalan, Hidup &amp;amp; Kebenaran yg diajarkan oleh Nabi Isa AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;110. Sampai kepada ALLAH melalui jalan Nabi Isa AS yg telah dihilangkan oleh ummat terdahulu &amp;amp; dimurnikan kembali oleh ALLAH dalam Qur'an melalui Rasulullah Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;111. Lebih berharga jika tertutup rapih dibanding dibuka percuma/free&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;112. Tabungan dapat digunakan untuk jalan ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;113. memberi contoh baik bagi anak &amp;amp; sekitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;114. What next???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari catatan ISLAM ITU TERBUKTI BENAR&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-6855256493784787735?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/6855256493784787735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/04/mengapa-sy-pilih-bertudung-jilbab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/6855256493784787735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/6855256493784787735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/04/mengapa-sy-pilih-bertudung-jilbab.html' title='MENGAPA SY PILIH BERTUDUNG / JILBAB?'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-2947635431852811986</id><published>2010-03-28T20:45:00.000+07:00</published><updated>2010-03-28T20:45:01.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAUBAT'/><title type='text'>BUAH MANIS DARI TAUBAT</title><content type='html'>Oleh Ustadz Yulian Purnama&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/S69cxrDOwtI/AAAAAAAAAVg/vXHn9fTalLg/s1600-h/sebuah-doa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/S69cxrDOwtI/AAAAAAAAAVg/vXHn9fTalLg/s1600/sebuah-doa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini kita akan membahas sebuah hal yang agung bagi seorang mu’min. Karena dengan hal tersebut, seorang mu’min akan menyadari betapa lemahnya ia di hadapan Allah. Dan dengan hal ini pula, ia akan mengenal Rabb-Nya, Allah Azza Wa Jalla, beserta nama-nama dan sifat-sifatnya yang sempurna. Sampai akhirnya ia akan paham benar tentang hakikat keberadaannya di dunia serta untuk apa ia diciptakan. Dan kami akan terus dan terus mengingatkan, bahwa tujuan utama Allah menciptakan kita adalah untuk beribadah kepada-Nya semata, dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Aku menciptakan manusia dan jin hanyalah agar mereka beribadah kepadaku (semata). Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Maha Pemberi Rezeki dan mempunyai Kekuatan yang Sangat Kokoh” (QS. Adz Dzariyat: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang mukmin akan menyadari statusnya sebagai hamba Allah, jika ia merasa tidak memiliki dosa dan enggan bertaubat? Karena sadar akan banyaknya dosa dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah adalah salah satu bentuk penghambaan. Dan diterima atau tidaknya taubat adalah hakikat yang agung dari tauhid uluhiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu Taubat Dibuka Lebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah Ta’ala telah melapangkan dan melonggarkan serta memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada kita untuk bertaubat kepada-Nya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ ، وَبِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh, Allah meluaskan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di siang hari. Dan Allah meluaskan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di malam hari” (HR. Muslim no.7165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لمَ ْيُغَرْغِرْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh Allah menerima taubat hamba-Nya selama belum yu-ghor-ghir” (HR. At Tirmidzi, 3880. Ia berkata: “Hadits ini hasan gharib”. Di-hasan-kan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu-ghor-ghir artinya ketika nyawa sudah sampai di kerongkongan. Itulah batas waktu terakhir yang Allah tidak menerima lagi taubat hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga telah mengabarkan kepada kita kisah seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنَ تَوْبَةٍ فَقَالَ لاَ. فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lelaki tersebut ditunjukkan kepada seorang ahli ibadah, ia mendatanginya dan bertanya: ‘Aku telah membunuh 99 orang. Apakah aku masih bisa bertaubat?’. Ahli ibadah tadi berkata: ‘Tidak’. Lelaki tersebut pun membunuhnya hingga genaplah 100 orang. Kemudian ia bertanya kepada penduduk yang paling alim, dan ia pun ditunjukkan kepada seorang ulama. Ia kemudian bertanya: ‘Aku telah membunuh 100 orang. Apakah aku masih bisa bertaubat?’. Ulama tadi berkata: ‘Ya. Memangnya siapa yang bisa menghalangimu untuk mendapatkan taubat?’” (HR. Muslim, no.7184)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ‘siapa yang bisa menghalangimu untuk mendapatkan taubat‘, inilah intinya. Maka siapakah yang bisa menghalangi anda dari taubat, saudaraku? Kesempatan selalu terbuka lebar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Allah kehendaki” (QS. An Nisa: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dosa syirik! Ketika seorang musyrik bertaubat kepada Allah dan ia kembali ke jalan Allah Ta’ala, maka tidak ada yang dapat menghalangi ia dari Allah. Bahkan, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengabarkan bahwa orang musyrik dari kalangan ahlul kitab yang bertaubat, ia mendapat dua pahala dari taubatnya[1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya Kita Senantiasa Bertaubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat itu akan menguatkan ikatan antara hamba dengan Rabb-nya. Jika ia terus-menerus mengharap ampunan dari Rabb-Nya. Perhatikan sang utusan Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sungguh aku biasa bertaubat kepada Allah seratus kali dalam sehari” (HR. Muslim no.7034)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal beliau manusia yang ma’shum, dosa beliau telah diampuni oleh Allah dari awal hingga akhirnya. Namun ini merupakan teladan yang mulia dari beliau dalam berserah diri kepada Allah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, Allah akan terima taubatnya” (HR. Muslim no.7036)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah betapa beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menghasung umatnya untuk bersungguh-sungguh mencari ampunan Allah yang begitu luas. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;النَّدَمُ تَوْبَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penyesalan adalah taubat” (HR. Ahmad no.3568, Ibnu Majah no.4252, Al Baihaqi no.21067. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai rasa penyesalan terhadap dosa yang kita perbuat pun sudah dianggap sebagai sebuah taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, taubat menimbulkan banyak pengaruh yang baik bagi diri seorang hamba. Bahkan, taubat itu sendiri adalah bentuk taufiq dari Allah Ta’ala. Imam Al Qurthubi ketika menjelaskan ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya” (QS. At Taubah: 118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menukil perkataan sebagian ulama tentang makna ayat ini, mereka berkata: “Aku salah sangka dalam 4 perkara. Karena ternyata Allah Ta’ala mendahuluiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, aku mengira akulah yang mencintai Allah, ternyata Allah Ta’ala lebih dulu mencintaiku. Ia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ُيُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah Ta’ala mencintai mereka, dan mereka pun mencintai Allah” (QS. Al Maidah: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, aku mengira akulah yang ridha kepada Allah, ternyata Allah Ta’ala lebih dahulu ridha terhadapku. Ia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah telah ridha kepada mereka, dan mereka pun ridha kepada Allah” (QS. Al Maidah: 119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, aku mengira akulah yang mengingat Allah, ternyata Ia lebih dulu mengingatku. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar” (QS. Al Ankabut: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, aku mengira bahwa hanya akulah yang bertaubat kepada-Nya, ternyata Ia lebih dahulu memberi ampunan kepadaku. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya” (QS. At Taubah: 118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sampai di sini nukilan dari Tafsir Al Qurthubi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku sekalian, semangat untuk bertaubat adalah hal yang sudah semestinya dimiliki oleh seorang hamba yang rabbani. Betapa indah ucapan seorang penyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدِّمْ لِنَفْسِكَ تَوْبَةً مَرْجُوَّةً *** قَبْلَ اْلمَمَاتِ وَقَبْلَ حَبْسُ اْلأَلْسُنِ&lt;br /&gt;بَادِرْ بِهَا غُلْقَ النُّفُوْسِ فَإِنَهَا *** ذُخْرٌ وَغُنْمٌ لِلْمُنِيْبِ اْلمُحْسِنِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranikan dirimu untuk mengharapkan ampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mati dan lisanmu kelu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersegeralah bertaubat, sebelum ruh dikunci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena taubat adalah simpanan dan harta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang baik yang kembali kepada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, taubat adalah pintu kebaikan. Maka tidak layak bagi hamba yang sejati meninggalkan taubat dan meremehkan buah manis darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah Manis Taubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taubat adalah sebab dari istiqamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memberi teladan untuk senantiasa berusaha tegar dalam keimanan dan ketaqwaan. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Sang Pembolak-balik hati, tsabbit (tegarkan) hatiku pada agama-Mu” (HR. Tirmidzi no.3517, Ahmad, 302/6. At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang dimaksud dengan tsabaat adalah sebagaimana sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh setiap amal tergantung pada bagian akhirnya” (HR. Bukhari no. 6493)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tsabaat ini hanya dapat diwujudkan dengan terus-menerus beramal shalih kepada Allah Ta’ala. Termasuk ke dalamnya taubat. Karenanya dengan amal tersebut, seorang hamba akan semakin dekat dengan Rabbnya. Oleh karenanya salah satu buah dari taubat adalah ia merupakan salah satu agar seseorang bisa tegar dalam keimanan dan ketaqwaan. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka” (QS. At Taubah: 117)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi menjelaskan faedah yang indah dari ayat ini: “Kita perhatikan penyebutan taubat diulang di akhir ayat, karena penyataan ini tidak didahului dengan penyebutan dosa yang menjadi sebab taubat. Allah Ta’ala mendahulukan penyebutan taubat sebagai keutamaan bagi mereka. Kemudian baru menjelaskan dosa yang menjadi sebab taubat. Kemudian mengulang lagi penyebutan taubat” (Zaadul Masiir, 240/3, Asy Syamilah). Hal ini dikarena Allah Ta’ala ingin memperlihatkan betapa luas ampunan yang diberikan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taubat adalah sebab hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian Allah memberinya hidayah” (QS. Thaha: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tafsir Jalalain dijelaskan: “’Kemudian Allah memberinya hidayah‘ karena ia terus menerus dalam keadaan yang disebutkan sebelumnya (taubat, iman dan amal shalih) sampai ia mati” (Tafsir Al Jalalain, 429/5, Asy Syamilah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ampunan datang karena taubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya” (QS. At Taubah: 118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Allah mengampuni mereka karena mereka sangat menyesal dan bertaubat kepada Allah. Demikianlah, kebaikan Allah datang permohonan hamba, dan sebaliknya kemurkaan Allah datang karena kengganan hamba. Sebagaiman dalam sebuah riwayat tentang 3 orang yang melewati majelis Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِى الْمَسْجِدِ وَالنَّاسُ مَعَهُ ، إِذْ أَقْبَلَ ثَلاَثَةُ نَفَرٍ ، فَأَقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَذَهَبَ وَاحِدٌ ، قَالَ فَوَقَفَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِى الْحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا ، وَأَمَّا الآخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ ، وَأَمَّا الثَّالِثُ فَأَدْبَرَ ذَاهِبًا ، فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « أَلاَ أُخْبِرُكُمْ عَنِ النَّفَرِ الثَّلاَثَةِ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللَّهِ ، فَآوَاهُ اللَّهُ ، وَأَمَّا الآخَرُ فَاسْتَحْيَا ، فَاسْتَحْيَا اللَّهُ مِنْهُ ، وَأَمَّا الآخَرُ فَأَعْرَضَ ، فَأَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berada duduk (mengajar) di masjid dan para sahabat bersama beliau. Lewatlah 3 orang lelaki. Dua orang menghampiri majlis tersebut dan 1 orang pergi. Kedua orang tadi menuju Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Lelaki pertama melihat tempat kosong di tengah majllis dan ia pun duduk di situ. Lelaki yang kedua, ia duduk dibelakang majlis. Sedangkan yang ketiga, ia pergi. Setelah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam selesai mengajar, beliau bersabda: ‘Maukah kalian ku kabarkan tentang keadaan 3 orang lelaki. Lekaki pertama, ia mampir, maka Allah pun mengasihinya. Lelaki kedua, ia malu, maka Allah pun malu padanya. Lelaki ketiga, ia enggan, maka Allah pun enggan padanya‘” (HR. Bukhari no.66, Muslim no.5810)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, kebaikan dari Allah didapat oleh orang yang menginginkannya dan tidak didapatkan oleh orang yang enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Allah Ta’ala memiliki nama At Tawwab. Dan ampunan dari At Tawwab tidak akan didapat kecuali dengan beberapa hal berikut ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Meyakini bahwa Ia Maha Pemberi Ampunan. Dan tidak berputus asa dalam mencari ampunan-Nya. Sebagaimana dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ إِنْ خَيْرًا فَخَيْرً وَإِنْ شَرًا فَشَرً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Jika prasangkanya baik, Ku berikan ia kebaikan, jika prasangkanya buruk Ku timpakan ia keburukan” (HR. Ath Thabrani no.8135 dalam Al Ausath, Ibnul Mubarak dalam Al Hilyah, 306/9. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 407/2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى فَلْيَظُنَّ بِى مَا شَاءَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Maka silakan berprasangka kepada-Ku sesuai keinginan” (HR. Ahmad no.16059, dalam ta’liq-nya terhadap Al Musnad, Syu’aib Al Arnauth berkata: “Sanadnya Shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Dan perlu dicamkan, berbaik sangka (husnu zhan) bahwa Allah akan memberi ampunan saja belum cukup, melainkan harus diikuti dengan amal yang shalih (husnul amal). Syaikh Ali Hasan Al Halabi hafizhahullah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَمَّا حُسْنُ ظَنٍ مَعَ سُوْءِ عَمَلٍ فَهَذَا جَمْعٌ بَيْنَ النَّقْضَيْنِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Husnu zhan kepada Allah, namun diikuti dengan amal-amal keburukan, hal ini bagai menyatukan dua hal yang bertentangan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Hendaknya seorang hamba yang mencari ampunan Allah, menetapi diri dalam jama’ah dan tidak bersendirian. Hendaknya ia bersama dan berkumpul bersama orang-orang yang juga semangat dalam mencari ampunan Allah Ta’ala. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tetap istiqamah-lah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) diperintahkan kepada orang yang bertaubat bersamamu” (QS. Hud: 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah pengaruh taubat terhadap persatuan kaum mu’minin. Taubat mengakibatkan istiqamah, istiqamah mengakibatkan rasa cinta kepada saudara sesama muslim karena adanya kebersamaan, hingga akhirnya akan tercipta persatuan diantara kaum mu’minin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Taubat adalah jalan menuju surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun” (QS. Maryam: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang masuk surga padahal ia enggan bertaubat, orang yang masuk surga padahal gemar bermaksiat, maka perkaranya tergantung kehendak Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Allah kehendaki” (QS. An Nisa: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang dituntut dari kita adalah senantiasa memohon taufiq dari Allah Ta’ala agar dapat termasuk golongan penghuni Jannah. Dan taubat adalah bentuk taufiq dari Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Taubat adalah sumber kebaikan dan keutamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap manusia pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat” (HR. Tirmidzi no.2687. At Tirmidzi berkata: “Hadits ini gharib”. Di-hasan-kan Al Albani dalam Al Jami Ash Shaghir, 291/18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini jelaslah bahwa kebaikan tidak mungkin akan didapat kecuali oleh manusia yang bertaubat, karena tentu semua manusia pasti pernah salah. Kemudian perhatikan hadits ini, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan bahwa manusia itu khatta-un yang merupakan bentuk mubalaghah (superlatis) menunjukkan betapa banyak dosa yang diperbuat. Dan diakhir hadits disebut sifat orang yang memperoleh kebaikan dengan tawwabuun yang juga bentuk mubalaghah, menunjukkan banyak dan sering bertaubat. Sebagaimana yang dipraktekkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sendiri, beliau bertaubat kepada Allah minimal 100 kali dalam sehari. Juga diriwayatkan oleh para sahabat, bahwa beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاللهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِي اْليَوْمِ أَكْثَرُمِنْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, sungguh aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubuat kepada-Nya, lebih dari 70 kali dalam sehari” (HR. Bukhari no. 6307)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat diri kita! Ada dimana kita dibanding beliau? Sudah seberapa kesungguhnya kita dalam bertaubat? Bagaimana akhlak kita terhadap Rabb kita? Sesering apa kita mengingat-Nya dan bertaubat kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Taubat membebaskan diri dari kezhaliman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang enggan bertaubat, ia telah berbuat zhalim pada dirinya, pada masyarakat dan pada orang lain di sekitarnya. Apa yang Allah katakan terhadap orang yang enggan bertaubat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang enggan bertaubat, mereka termasuk orang-orang yang zhalim” (QS. Al Hujurat: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Taubat adalah perintah Allah Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya” (QS. At Tahrim: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini digunakan bentuk perintah. Demikian juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda dengan bentuk perintah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah” (HR. Muslim no.7034)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah bahwa orang yang enggan melaksanakan perintah Allah akan mendapatkan musibah yang besar. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah orang-orang yang menentang perintah Allah itu takut akan datangnya musibah atau adzab yang pedih yang akan menimpa mereka” (QS. An Nur: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Taubat adalah penyebab kebaikan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka aku (Nuh) berkata mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya” (QS. Hud: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah, ternyata taubat tidak hanya membawa kebaikan yang sifatnya ukhrawi, tidaknya hanya menguatkan ikatan seorang hamba dengan Rabb-nya, namun juga membawa kebaikan duniawi, kebaikan bagi masyarakat, bagi tanah air dan semua orang disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Taubat adalah penyebab dibatalkannya adzab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an diceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”” (QS. Al Anfal: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perkataan orang musyrik Quraisy yang mengingkari Al Qur’an. Dalam Shahih Bukhari dijelaskan bahwa orang yang berkata demikian adalah Abu Jahal. Maka Allah pun membantah mereka dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” (Al Anfal: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata: “Dalam ayat ini terdapat 2 hal yang membuat mereka aman dari adzab: Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam dan istighfar. Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam hijrah dari Makkah, maka hanya istighfar saja yang melindungi mereka dari adzab” (Tafsir Ath Thabari, 511/13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Taubat membuktikan keluasan Rahmat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an, Malaikat pemikul ‘Arsy berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala” (QS. Ghafir: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini para Malaikat memintakan ampunan dengan menyebut salah satu sifat Allah yaitu Rahmah. Allah Ta’ala menceritakan betapa luas rahmat-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami” (QS. Al A’raf: 156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Taubat mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri” (QS. Al Baqarah: 222)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perhatikanlah dua sifat tersebut, yaitu taubat dan thahur (kesucian). Keduanya digandengkan seolah-olah dua hal yang pasti selalu ada bersamaan. Orang yang bertaubat, namun tidak suci secara lahir maupun batin, seakan-akan taubatnya belum sempurna. Dan orang yang enggan bertaubat, ia tidak pernah mencapai kesucian yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Taubat mengganti kejelekan dengan kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Furqan: 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Taubat adalah jalan kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسَى أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedangkan orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih, mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang beruntung” (QS. Al Qashash: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata عَسَى disini termasuk lafadz af’al at tarajji (pengharapan), namun karena yang mengatakan demikian adalah Allah Ta’ala maka yang dimaksud di sini adalah: ‘pengharapan di sisi manusia, sedangkan di sisi Allah ditetapkan kemenangan bagi mereka’. Begitu juga jika ada lafadz لَعَلَّ Seperti pada ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang beriman, kalian semua hendaknya bertaubat kepada Allah, mudah-mudahan kalian beruntung” (QS. An Nuur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (mudah-mudahan kalian beruntung) di sini maknanya adalah: سَتُفْلِحُونَ (kalian pasti akan beruntung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Taubat membersihkan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa yang diperbuat seorang anak adam, akan mengotori hatinya. Semakin sering ia berbuat dosa, semakin hitam kelam hatinya. Jika ia dalam keadaan demikian terus-menerus, bukan tidak mungkin hatinya akan mati, terhalang dari rahmat dan hidayah dari Allah Ta’ala. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika seorang manusia berbuat sebuah dosa, munculah sebuah noktah hitam di hatinya. Namun ketika ia berhenti dari maksiatnya, lalu memohon ampunan dan bertaubat, hatinya kembali mengkilap” (HR. Tirmidzi no.3334. At Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Taubat adalah sumber kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Hud berkata: ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu’ ” (QS. Hud: 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah, kekuatan diberikan dengan taubat. Adapun di masa ini kita banyak melihat orang-orang yang ingin memerangi musuh Allah namun dengan memusuhi para wali Allah. Apakah dengan ini mereka diberi kekuatan untuk mengalahkan musuh Allah? Tidaklah kekuatan yang mereka klaim itu melainkan hakikatnya hanya kelemahan yang parah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang menetang wali-Ku, ia telah menantang-Ku berperang” (HR. Bukhari no.6502)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Taubat adalah jalan untuk mengenal Allah Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang hamba berbuat maksiat, ia pun datang menghadap kepada Allah dengan taubat, Allah akan mengampuninya meski ia berulang kali melakukan maksiatnya. Dalam sebuah hadits diceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أإِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا آخَرَ وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا آخَرَ فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا آخَرَ فَاغْفِرْ لِى قَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا آخَرَ وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا آخَرَ فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا آخَرَ فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَقَالَ رَبُّهُ غَفَرْتُ لِعَبْدِى فَلْيَعْمَلْ مَا شَاءَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Lalu Allah berfirman: ‘Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat sesukanya’” (HR. Bukhari no. 7068)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, dengan taubat, seorang hamba mengenal betapa luas rahmat Allah. Sebagian orang ada yang memahami hadits ini dengan pemahaman yang buruk, yaitu bahwa hadits ini membuka lebar-lebar pintu untuk bermaksiat. Namun pemahaman yang benar adalah bahwa hadits ini menunjukkan betapa lebarnya pintu taubat yang dibuka oleh Allah Ta’ala[2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, hamba yang bertaubat mengenali betapa Rabb-nya membuka pintu taubat yang begitu lebar, ia pun mengenali bahwa Rabb-nya memiliki nama At Tawwab. Hal-hal ini tidak dikenali oleh orang-orang yang ingkar kepada Allah dan enggan bertaubat kepada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala menolong kita agar senantiasa kembali dan bertaubat kepada-Nya, sebelum datangnya hari akhir, sebelum datangnya maut. Semoga Allah menjadikan akhir hidup kita sebagai akhir yang baik. Dan semoga kita mati dalam keadaan diridhai oleh Allah Ta’ala. [Disarikan oleh Yulian Purnama dari rekaman ceramah Syaikh Ali bin Hasan bin Abdul Hamid Al Halabi Hafizhahullah, salah seorang ulama pakar hadits di zaman ini]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Salah satu hadits yang berkaitan dengan hal ini adalah hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أن أربعين من أصحاب النجاشي قدموا على النبي صلى الله عليه وسلم فشهدوا معه أحدا ، وكانت فيهم جراحات ، ولم يقتل منهم أحد ، فلما رأوا ما بالمؤمنين من الحاجة قالوا : يا رسول الله ، إنا أهل ميسرة ، فائذن لنا نجيء بأموالنا نواسي بها المسلمين ، فأنزل الله عز وجل فيهم : ( الذين آتيناهم الكتاب من قبله هم به يؤمنون ) الآية ( أولئك يؤتون أجرهم مرتين بما صبروا ) فجعل لهم أجرين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada 40 orang pasukan Raja Najasy menghadap Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Ketika itu mereka sedang terluka sehingga mereka tidak dibunuh. Kemudian mereka bersyahadat di depan Nabi. Ketika mereka melihat kaum mu’minin sedang dalam kekurangan, mereka pun berkata: ‘Ya Rasulullah, kami orang berada. Izinkanlah kami datangkan harta-harta kami untuk membantu kaum muslimin. Ketika itu turunlah ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu” (QS. Al Qashash: 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُولَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka” (QS. Al Qashash: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka dua pahala”. (HR. Ath Thabrani no.7662 dalam Mu’jam Al Ausath, cetakan Darul Haramain, Kairo, dari sahabat Ibnu Abbas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Dalam Fathul Baari dijelaskan Ibnu Hajar Al Asqalani berkata: “Makna dari firman Allah ‘Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat sesukanya‘ adalah: ‘Selama engkau selalu bertaubat setiap kali bermaksiat, Aku telah ampuni dosamu’”. Beliau juga membawakan perkataan Imam An Nawawi: “Jika seseorang berbuat dosa seratus kali, seribu kali, atau bahkan lebih banyak, dan setiap berbuat dosa ia bertaubat, maka taubatnya diterima. Bahkan jika dari ribuan perbuatan dosa tadi setelahnya ia hanya sekali bertaubat, taubatnya pun diterima” (Fathul Baari, 89/21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buletin At Tauhid edisi VI/11&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-2947635431852811986?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/2947635431852811986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/03/buah-manis-dari-taubat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2947635431852811986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2947635431852811986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/03/buah-manis-dari-taubat.html' title='BUAH MANIS DARI TAUBAT'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/S69cxrDOwtI/AAAAAAAAAVg/vXHn9fTalLg/s72-c/sebuah-doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-70834922499971386</id><published>2010-02-27T21:31:00.000+07:00</published><updated>2010-02-27T21:31:01.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadits'/><title type='text'>Hadits-hadits penyejuk jiwa (ujian dan cobaan</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; sumber:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;a href="http://indahmasruroh.multiply.com/journal/item/407/Ujian_dan_Cobaan"&gt;http://indahmasruroh.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2. Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?” Nabi Saw menjawab, “Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4. Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan  suatu musibah). (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5. Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6. Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar  permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;7. Apabila Aku menguji hambaKu dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar maka Aku ganti kedua matanya dengan surga. (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;8. Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;9. Seorang mukmin meskipun dia masuk ke dalam lobang biawak, Allah akan menentukan baginya orang yang mengganggunya. (HR. Al Bazzaar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;10. Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;11. Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dari&lt;/span&gt; ‘Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, &lt;em&gt;‘Bukan &lt;span&gt;dari&lt;/span&gt; golongan &lt;span&gt;kami&lt;/span&gt; &lt;span&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;menampar-nampar&lt;/span&gt; pipi, mengoyak-ngoyak baju dan meratap dengan ratapan Jahiliyyah’,”&lt;/em&gt; (HR Bukhari [1294] dan Muslim [103]).&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;em&gt;Penjelasan&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;Dilakukan pada saat kematian anggota keluarga pada jaman jahiliyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;12. Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;13. Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian. (HR. Abu Ya’la)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;14. Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia tidak ridho dengan pemberianNya maka Allah tidak akan memberinya berkah. (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;17. Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;15. Bencana yang paling payah ialah bila kamu membutuhkan apa yang ada di tangan orang lain dan kamu ditolak (pemberiannya). (HR. Ad-Dailami)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;16. Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sumber: 1100  Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) – Dr. Muhammad Faiz Almath – Gema Insani Press&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-70834922499971386?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/70834922499971386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/02/hadits-hadits-penyejuk-jiwa-ujian-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/70834922499971386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/70834922499971386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/02/hadits-hadits-penyejuk-jiwa-ujian-dan.html' title='Hadits-hadits penyejuk jiwa (ujian dan cobaan'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-4191379538381032910</id><published>2010-01-08T20:39:00.001+07:00</published><updated>2010-01-08T20:39:55.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kajian islam'/><title type='text'>7 pahala yang masih di-nikmati setelah meninggal dunia</title><content type='html'>&lt;div style="color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)&lt;br /&gt;2. Ilmu yang berguna dan diamalkan&lt;br /&gt;3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari Anas r.a. berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima  seseorang itu selepas matinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid  itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya&lt;br /&gt;2. Siapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum  daripadanya&lt;br /&gt;3. Siapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang  yang membacanya&lt;br /&gt;4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya&lt;br /&gt;5. Siapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari  manusia atau burung&lt;br /&gt;6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh  orang yang mempelajarinya&lt;br /&gt;7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-4191379538381032910?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/4191379538381032910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/01/7-pahala-yang-masih-di-nikmati-setelah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/4191379538381032910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/4191379538381032910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2010/01/7-pahala-yang-masih-di-nikmati-setelah.html' title='7 pahala yang masih di-nikmati setelah meninggal dunia'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-9058429052750965679</id><published>2009-12-25T21:26:00.000+07:00</published><updated>2009-12-25T21:26:03.858+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='At Tauhid'/><title type='text'>Tahukah kamu dimana Allah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;At Tauhid edisi IV/48&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Yulian Purnama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah pertanyaan penting yang cukup mendasar bagi setiap kaum muslimin yang telah mengakui dirinya sebagai seorang muslim. Setiap muslim selayaknya bisa memberikan jawaban dengan jelas dan tegas atas pertanyaan ini, karena bahkan seorang budak wanita yang bukan berasal dari kalangan orang terpelajar pun bisa menjawabnya. Bahkan pertanyaan ini dijadikan oleh Rasulullah sebagai tolak ukur keimanan seseorang. Pertanyaan tersebut adalah “&lt;strong&gt;Dimana Allah?&lt;/strong&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-90"&gt;&lt;/span&gt;Jika selama ini kita mengaku muslim, jika selama ini kita yakin bahwa Allah satu-satunya yang berhak disembah, jika selama ini kita merasa sudah beribadah kepada Allah, maka sungguh mengherankan bukan jika kita tidak memiliki pengetahuan tentang dimanakah dzat yang kita sembah dan kita ibadahi selama ini. Atau dengan kata lain, ternyata kita belum mengenal Allah dengan baik, belum benar-benar mencintai Allah dan jika demikian bisa jadi selama ini kita juga belum menyembah Allah dengan benar. Sebagaimana perkataan seorang ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: “Seseorang tidak dapat beribadah kepada Allah secara sempurna dan dengan keyakinan yang benar sebelum mengetahui nama dan sifat Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt;” (&lt;em&gt;Muqoddimah Qowa’idul Mutsla&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian orang juga mengalami kebingungan atas pertanyaan ini. Ketika ditanya “dimanakah Allah?” ada yang menjawab ‘Allah ada dimana-mana’, ada juga yang menjawab ‘Allah ada di hati kita semua’, ada juga yang menjawab dengan marah sambil berkata ‘Jangan tanya Allah dimana, karena Allah tidak berada dimana-mana’. Semua ini, tidak ragu lagi, disebabkan kurangnya perhatian kaum muslimin terhadap ilmu agama, terhadap ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah yang telah jelas secara gamblang menjelaskan jawaban atas pertanyaan ini, bak mentari di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Allah bersemayam di atas Arsy&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dimanakah Allah?” maka jawaban yang benar adalah Allah bersemayam di atas &lt;em&gt;Arsy&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Arsy&lt;/em&gt; berada di atas langit. Hal ini sebagaimana diyakini oleh Imam Asy Syafi’I, ia berkata: “Berbicara tentang sunnah yang menjadi pegangan saya, murid-murid saya, dan para ahli hadits yang saya lihat dan yang saya ambil ilmunya, seperti Sufyan, Malik, dan yang lain, adalah &lt;em&gt;iqrar &lt;/em&gt;seraya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah, serta bersaksi bahwa Allah itu diatas &lt;em&gt;‘Arsy&lt;/em&gt; di langit, dan dekat dengan makhluk-Nya” (&lt;em&gt;Kitab I’tiqad Al Imamil Arba’ah&lt;/em&gt;, Bab 4). Demikian juga diyakini oleh para imam mazhab, yaitu Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi) dan Imam Ahmad Ibnu Hambal (Imam Hambali), tentang hal ini silakan merujuk pada kitab &lt;em&gt;I’tiqad Al Imamil Arba’ah&lt;/em&gt; karya Muhammad bin Abdirrahman Al Khumais.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keyakinan para imam tersebut tentunya bukan tanpa dalil, bahkan pernyataan bahwa Allah berada di langit didasari oleh dalil Al Qur’an, hadits, akal, fitrah dan ‘ijma.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1.         Dalil Al Qur’an&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; dalam Al Qur’anul Karim banyak sekali mensifati diri-Nya berada di atas &lt;em&gt;Arsy&lt;/em&gt; yaitu di atas langit. Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Allah Yang Maha Pemurah &lt;strong&gt;bersemayam di atas Arsy&lt;/strong&gt;”&lt;/em&gt; (QS. Thaha: 5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat ini jelas dan tegas menerangkan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy. Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Apakah kamu merasa aman terhadap &lt;strong&gt;Dzat yang di langit&lt;/strong&gt; (yaitu Allah) kalau Dia hendak menjungkir-balikkan bumi beserta kamu sekalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang”&lt;/em&gt; (QS. Al Mulk: 16)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Juga ayat lain yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Malaikat-malaikat dan Jibril &lt;strong&gt;naik &lt;/strong&gt;kepada Rabb-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun”&lt;/em&gt; (QS. Al-Ma’arij: 4). Ayat pun ini menunjukkan ketinggian Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2.         Dalil hadits&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadits Mu’awiyah bin Hakam, bahwa ia berniat membebaskan seorang budak wanita sebagai kafarah. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, maka Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menguji budak wanita tersebut. Beliau bertanya: &lt;em&gt;“Dimanakah Allah?”&lt;/em&gt;, maka ia menjawab: “ &lt;strong&gt;Di atas langit&lt;/strong&gt;”, beliau bertanya lagi: &lt;em&gt;“Siapa aku?”&lt;/em&gt;, maka ia menjawab: “Anda utusan Allah”. Lalu beliau bersabda: &lt;em&gt;“Bebaskanlah ia karena ia seorang yang beriman”&lt;/em&gt; (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga pernah bersabda yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Setelah selesai menciptakan makhluk-Nya, &lt;strong&gt;di atas Arsy&lt;/strong&gt; Allah menulis, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku’ ”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3.         Dalil akal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Muhammad Al Utsaimin berkata: “Akal seorang muslim yang jernih akan mengakui bahwa Allah memiliki sifat sempurna dan maha suci dari segala kekurangan. Dan &lt;em&gt;‘Uluw&lt;/em&gt; (Maha Tinggi) adalah sifat sempurna dari &lt;em&gt;Suflun &lt;/em&gt;(rendah). Maka jelaslah bahwa Allah pasti memiliki sifat sempurna tersebut yaitu sifat &lt;em&gt;‘Uluw&lt;/em&gt; (Maha Tinggi)”. (&lt;em&gt;Qowaaidul Mutslaa, &lt;/em&gt;Bab &lt;em&gt;Syubuhaat Wa Jawaabu ‘anha&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4.         Dalil fitrah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhatikanlah orang yang berdoa, atau orang yang berada dalam ketakutan, kemana ia akan menengadahkan tangannya untuk berdoa dan memohon pertolongan? Bahkan seseorang yang tidak belajar agama pun, karena fitrohnya, akan menengadahkan tangan dan pandangan ke atas langit untuk memohon kepada Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt;, bukan ke kiri, ke kanan, ke bawah atau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun perlu digaris bawahi bahwa pemahaman yang benar adalah meyakini bahwa Allah bersemayam di atas &lt;em&gt;Arsy &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;tanpa mendeskripsikan cara Allah bersemayam&lt;/strong&gt;. Tidak boleh kita membayangkan Allah bersemayam di atas &lt;em&gt;Arsy &lt;/em&gt;dengan duduk bersila atau dengan bersandar atau semacamnya. Karena Allah tidak serupa dengan makhluknya. Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah”&lt;/em&gt; (QS. Asy Syura: 11)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka kewajiban kita adalah meyakini bahwa Allah berada di atas &lt;em&gt;Arsy &lt;/em&gt;yang berada di atas langit sesuai yang dijelaskan Qur’an dan Sunnah tanpa mendeskripsikan atau mempertanyakan &lt;em&gt;kaifiyah &lt;/em&gt;(tata cara) –nya. Imam Malik pernah ditanya dalam majelisnya tentang bagaimana caranya Allah bersemayam? Maka beliau menjawab: “Bagaimana caranya itu tidak pernah disebutkan (dalam Qur’an dan Sunnah), sedangkan &lt;em&gt;istawa &lt;/em&gt;(bersemayam) itu sudah jelas maknanya, menanyakan tentang bagaimananya adalah bid’ah, dan saya memandang kamu (penanya) sebagai orang yang menyimpang, kemudian memerintahkan si penanya keluar dari majelis”. (Dinukil dari terjemah &lt;em&gt;Aqidah Salaf Ashabil Hadits&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Allah bersama makhluk-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berada di atas &lt;em&gt;Arsy&lt;/em&gt;, namun Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; juga dekat dan bersama makhluk-Nya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Allah bersamamu di mana pun kau berada”&lt;/em&gt; (QS. Al Hadid: 4)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat ini tidak menunjukkan bahwa dzat Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berada di segala tempat. Karena jika demikian tentu konsekuensinya Allah juga berada di tempat-tempat kotor dan najis, selain itu jika Allah berada di segala tempat artinya Allah berbilang-bilang jumlahnya. &lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;, Maha Suci Allah dari semua itu. Maka yang benar, Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; Yang Maha Esa berada di atas &lt;em&gt;Arsy &lt;/em&gt;namun dekat bersama hambanya. Jika kita mau memahami, sesungguhnya tidak ada yang bertentangan antara dua pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena kata &lt;em&gt;ma’a&lt;/em&gt; (bersama) dalam ayat tersebut, bukanlah kebersamaan sebagaimana dekatnya makhluk dengan makhluk, karena Allah tidak serupa dengan makhluk. Dengan kata lain, jika dikatakan Allah bersama makhluk-Nya bukan berarti Allah menempel atau berada di sebelah makhluk-Nya apalagi bersatu dengan makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Muhammad Al-Utsaimin menjelaskan hal ini: “Allah bersama makhluk-Nya dalam arti mengetahui, berkuasa, mendengar, melihat, mengatur, menguasai dan makna-makna lain yang menyatakan ke-&lt;em&gt;rububiyah&lt;/em&gt;-an Allah sambil bersemayam di atas &lt;em&gt;Arsy &lt;/em&gt;di atas makhluk-Nya” (&lt;em&gt;Qowaaidul Mutslaa, &lt;/em&gt;Bab &lt;em&gt;Syubuhaat Wa Jawaabu ‘anha&lt;/em&gt;) .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika berada di dalam gua bersama Rasulullah karena dikejar kaum musyrikin, Abu Bakar &lt;em&gt;radhiallahu’anhu&lt;/em&gt; merasa sedih sehingga Rasulullah membacakan ayat Qur’an, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”&lt;/em&gt; (QS. Taubah: 40)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Tafsir As Sa’di dijelaskan maksud ayat ini: “ ’Allah bersama kita’ yaitu dengan pertolongan-Nya, dengan bantuan-Nya dan kekuatan dari-Nya”. Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku qoriib (dekat). Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqarah: 186)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat ini pun kata &lt;em&gt;qoriib&lt;/em&gt; (dekat) tidak bisa kita bayangkan sebagaimana dekatnya makhluk dengan makhluk. Dalam Tafsir As Sa’di dijelaskan maksud ayat ini: “Sesungguhnya Allah Maha Menjaga dan Maha Mengetahui. Mengetahui yang samar dan tersembunyi. Mengetahui mata yang berkhianat dan hati yang ketakutan. Dan Allah juga dekat dengan hamba-Nya yang berdoa, sehingga Allah berfirman &lt;em&gt;‘Aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika berdoa kepada-Ku’ &lt;/em&gt;”. Kemudian dijelaskan pula: “Doa ada 2 macam, doa ibadah dan doa masalah. Dan kedekatan Allah ada 2 macam, dekatnya Allah dengan ilmu-Nya terhadap seluruh makhluk-Nya, dan dekatnya Allah kepada hambaNya yang berdoa untuk mengabulkan doanya” (&lt;em&gt;Tafsir As Sa’di&lt;/em&gt;). Jadi, dekat di sini bukan berarti menempel atau bersebelahan dengan makhluk-Nya. Hal ini sebenarnya bisa dipahami dengan mudah. Dalam bahasa Indonesia pun, tatkala kita berkata ‘Budi dan Tono sangat dekat’, bukan berarti mereka berdua selalu bersama kemanapun perginya, dan bukan berarti rumah mereka bersebelahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaum muslimin, akhirnya telah jelas bagi kita bahwa Allah Yang Maha Tinggi berada dekat dan selalu bersama hamba-Nya. Allah Maha Mengetahui isi-isi hati kita. Allah tahu segala sesuatu yang samar dan tersembunyi. Allah tahu niat-niat buruk dan keburukan maksiat yang terbesit di hati. Allah bersama kita, maka masih beranikah kita berbuat bermaksiat kepada Allah dan meninggakan segala perintah-Nya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah tahu hamba-hambanya yang butuh pertolongan dan pertolongan apa yang paling baik. Allah pun tahu jeritan hati kita yang yang faqir akan rahmat-Nya. Allah dekat dengan hamba-Nya yang berdoa dan mengabulkan doa-doa mereka. Maka, masih ragukah kita untuk hanya meminta pertolongan kepada Allah? Padahal Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Kemudian, masih ragukah kita bahwa Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; sangat dekat dan mengabulkan doa-doa kita &lt;strong&gt;tanpa butuh perantara&lt;/strong&gt;? Sehingga sebagian kita masih ada yang mencari perantara dari dukun, paranormal, para wali dan sesembahan lain selain Allah. &lt;em&gt;Wallahul musta’an&lt;/em&gt;. [Yulian Purnama]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-9058429052750965679?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/9058429052750965679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/12/tahukah-kamu-dimana-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/9058429052750965679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/9058429052750965679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/12/tahukah-kamu-dimana-allah.html' title='Tahukah kamu dimana Allah?'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-1666738469576605477</id><published>2009-12-06T22:21:00.001+07:00</published><updated>2009-12-08T22:44:57.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Al’Quran'/><title type='text'>MENATAP PERISTIRAHATAN MASA DEPAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx50bxD_XSI/AAAAAAAAALY/XCtD-TCSUUk/s1600-h/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx50bxD_XSI/AAAAAAAAALY/XCtD-TCSUUk/s320/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kita sedang antri menunggu ajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pernahkah kita melihaat sempit dan dalamnya liang lahat?pernahkah kita membayangkan kengerian dan kedahsyatan alam kubur?”&lt;br /&gt;Sadarkah kita bahwa kuburan itu dipersiapkan untuk diri kita dan untuk orang-orang selain kita? Bukankah silih berganti kita melihat teman-teman,orang-orang tercinta dan keluarga dekat kita diusung dari dunia fana ini ke kekuburan?&lt;br /&gt;Dari buaian dunia yang terang benderang kekegelapan liang lahat,dari keceriaan bermain bersama keluarga dan anak-anak kepada kekerasan tanah dan ulat-ulat.&lt;br /&gt;Dari kenikmatan makanan dan minuman kepada timbunan debu dan tanah,dari kelembutan pergaulan ditengah keluarga kepada keendirian yang mengerikan,dari ranjang yang empuk kepada tempat pergulatan amal yang sangat menakutkan.&lt;br /&gt;Didalam kubur,liang lahat yang sangat sempit itu,tak lagi berbeda antara pelayan dan sang majikan,yang kaya dan yang miskin,semuanya sama.Nikmat kemewahan dan kelezatan dunia pasti pasti berakhir dengan kematian dan segenap manusia sependapat bahwa kematian itu tidak mengenal umur tertentu,waktu tertentu atau sakit tertentu,selayaknya manusia agar selalu waspada dan terus bersiap-siap karenannya.&lt;br /&gt;Dari Hani’Maula Utsman,ia berkata “jika Utsman ra,berdiri disamping kuburan maka beliau menangis hingga basah jenggotnya.”&lt;br /&gt;Maka dikatakan kepada beliau ,”jika engkau mengingat surge dan neraka tidak menangis,lalu mengapa engkau menagis karena ini?’&lt;br /&gt;Beliau menjawab “sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda “Kuburan adalah awal kehidupan akherat,jika seseorang selamat darinya,maka setelahnya menjadi lebih mudah,dab jika ia tidak selamat darinya,maka setelahnya lebih mengerikan.”&lt;br /&gt;Kemudian Utsman.ra.berkata ‘Rasulullah SAW,juga bersabda,”aku tidak melihat suatu pemandangan melainkan kuburan lebih mengerikan darinya” HR’Ahmad dan At-Tirmidzi,dihasankan oleh Al-Albani.&lt;br /&gt;Jika kalian melalui kuburan,panggilah mereka jika engkau boleh memanggil,lihatlah,betapa berdempetnya (sempit) rumah-rumah mereka.tanyakanlah kepada mereka orang-orang kaya,masih tersisakah kekayaan mereka?&lt;br /&gt;Tanyakanlah pula kepada orang-orang miskin diantara mereka,masih tersisakah kemiskinan mereka?&lt;br /&gt;Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang mereka berbicara,sepasang mata yang dengannya mereka melihat indahnya pemandangan?&lt;br /&gt;Tanyakan pula tentang kulit-kulit lembut dan wajah-wajah yang cantik jelita itu telah dirobek-robek ulat-ulat dibalik kafan-kafan mereka.?lisan-lisan itu telah hancur,wajah-wajah yang cantik jelita itu telah dirobek-robek ulat,anggota badan mereka telah pisah berserakan.&lt;br /&gt;Lalu dimanakah pelayan-pelayan mereka yang setia?dimana tumpukan harta dan sederet pangkat mereka?dimana rumah-rumah gedung mereka yang banyak dan menjulang tinggi?&lt;br /&gt;Dimana kebun-kebun mereka yang rindang dan subur?dimana pakaian-pakaian mereka yang indah dan mahal.? Dimana kendaraan-kendaraan mewah kesukaan mereka?dimana kolam renang dan telaga pribadi mereka?bukankah mereka kini berada ditempat yang sangat sunyi.?bukankah siang dan bagi mereka sama saja?bukankah mereka berada dalam kegelapan?mereka telah berputus dengan amal mereka,mereka telah berpisah dengan orang-orang yang mereka cintai,harta dan segenap keluarganya,karena itu,wahai diriku yang tak lama lagi akan tinggal dikuburan,kenapa terpedaya oleh dunia?&lt;br /&gt;Merenungi orang-orang yang telah pergi meninggalkan kita,sungguh mereka amat berharap untuk kembali kedunia,agar dapat menghimpun amal sebanyak-banyaknya,tetapi itu semua tidak mungkin akan terjadi karena mereka telah dikuburkan.&lt;br /&gt;Yazid Ar-Raqasyi rahimahullah berkata kepada dirinya “celakalah engkau wahai Yazid! Siapa yang akan mendirikan sholat untukmu setelah engkau mati,?siapa yang akan berpuasa untukmu setelah engkau mati?siapa yang akan memintakan maaf untukmu setelah engkau mati?&lt;br /&gt;Lalu dia berkata,’wahai manusia mengapa engkau tidak menangis daan meratap kepada dirimu atas sisa hidupmu,barangsiapa yang akhirnya adalah mati,kuburan sebagai rumah tinggalanya,tanah sebagai ranjangnya dan ulat-ulat yang menemaninya,serta dalam keadaan demikian ia menunggu hari kiamat yang sangat mengerikan,wahai bagaimanakah keadaan seperti ini? Lalu beliau rahimanullah menangis,&lt;br /&gt;Sesungguhnya jika Allah berkehendak kebaikan terhadap hambanya maka dijadikan dosa-dosa terbayang diruang mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari majalah Mutiara Amaly&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-1666738469576605477?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/1666738469576605477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/12/menatap-peristirahatan-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/1666738469576605477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/1666738469576605477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/12/menatap-peristirahatan-masa-depan.html' title='MENATAP PERISTIRAHATAN MASA DEPAN'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx50bxD_XSI/AAAAAAAAALY/XCtD-TCSUUk/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-1671992590971042248</id><published>2009-11-28T22:05:00.002+07:00</published><updated>2009-12-08T22:48:57.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Al’Quran'/><title type='text'>Hidup Sungguhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx51T7cWHiI/AAAAAAAAALg/JHzTBOq6c4U/s1600-h/Weltraum_102.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx51T7cWHiI/AAAAAAAAALg/JHzTBOq6c4U/s320/Weltraum_102.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ada hidup yang sesungguhnya dan ada yang tidak sesungguhnya,yang manakah yang sesungguhnya dan mana yang tidak sesungguhnya.?hanya Allah lah yang mengetahuinya,karena dialah yang pemilik dan pembuat hidup.&lt;br /&gt;“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini,selain main-main dan senda gurau belaka,dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa,maka tidakkah kamu memahaminya?” ( QS.Al Anaam:32 )&lt;br /&gt;“Apakah kamu puas dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat?padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di Akhirat hanyalah sedikit.?” (QS. At Taubah:38)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah menjelaskan kehidupan dunia ini hanya main-main saja,senda gurau belaka,hanya saling pamer gengsi saja.kadang pamer rumahnya yang baru dibangun,atau juga pamer mobilnya yang baru dibeli,atau juga sering juga pamer keluarga,anak-anak dan berbagai prestasi yang dimilikinya,semuanya bersifat sementara.&lt;br /&gt;Yang pasti akan mengalami kematian dan meninggalkan semua kebanggan yang bersifat duniawi tersebut.Rumah bagus akan ditinggalkan,mobil mewah tidak akan dibawa,bahkan istri,suami,anak dan segala prestasi yang membanggakan itu juga tidak bisa ikut serta,tinggal sendiri saja menghadap Sang Pencipta.&lt;br /&gt;Benar dan percaya.hanya kadang amal dan perbuatan tidak mudah selaras.Apa yang digariskan ayat-ayat Allah meski tahu dan sadar,berpaling juga.&lt;br /&gt;Lalu Allah menjelaskan bagi yang hidupnya hanya untuk dunia yang memperdaya dan akibatnya kesempatan menyesuaikan bagaimana seharusnya adalah sekarang:&lt;br /&gt;“Barang siapa berpaling dari peringatanKu,maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” “Berkatalah ia:ya Tuhanku mengapa engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta,padahal dahulunya aku adallah seorang yang melihat? Allah berfirman:Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami,maka kamu melupakannya dan begitu pula,pada hari kiamat ini kamupun dilupakan” (QS.At Thaahaa (20):124-126&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-1671992590971042248?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/1671992590971042248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/hidup-sungguhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/1671992590971042248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/1671992590971042248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/hidup-sungguhan.html' title='Hidup Sungguhan'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx51T7cWHiI/AAAAAAAAALg/JHzTBOq6c4U/s72-c/Weltraum_102.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-8727594127844847795</id><published>2009-11-27T17:40:00.004+07:00</published><updated>2009-12-08T22:51:35.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='majalah fatawa'/><title type='text'>KIAMAT YANG BEGITU DEKAT,MENGAPA HARUS DIRAMAL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx51_OuLiSI/AAAAAAAAALo/Qavl34FzRTI/s1600-h/Weltraum_059.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx51_OuLiSI/AAAAAAAAALo/Qavl34FzRTI/s320/Weltraum_059.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oleh Redaksi Majalah Fatawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ramai bicara tentang kiamat,  saat kehancuran bumi yang kemudian diikuti dengan dibangkitkannya manusia kembali.  Kini semakin ramai diperbincangkan kembali.  Bukan masalah ada atau tidaknya kiamat, karena hampir semua orang percaya adanya kiamat.  Yang sedang hangat didiskusikan adalah kapan kiamat itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam dunia adalah salah satu fase kehidupan yang dilalui oleh manusia, suatu saat nanti  dunia ini akan berakhir dan manusia berpindah kepada fase kehidupan berikutnya yaitu alam akhirat. Akhir kehidupan dunia inilah yang disebut kiamat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap makhluk hidup —apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan— memiliki tanda-tanda dari akhir kesudahan hidupnya di dunia.  Tanda-tanda dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit, atau lemah. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia.  Sementara tumbuhan warna menguning, kering, jatuh, lalu hancur. Demikian juga alam semesta, memiliki tanda-tanda akhir masanya seperti kehancuran dan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiamat disebut juga dengan Sa’ah.   Sa’ah asalnya adalah sebagian malam atau siang.   Dikatakan juga bahwa sa’ah segala sesuatu berarti waktunya hilang dan habis.   Dari makna ini, sa’ah atau kiamat mengandung dua macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ah khusus bagi setiap makhluk, seperti tanaman, binatang dan manusia ketika mati; dan bagi sebuah umat jika datang ajalnya. Itu semua dikatakan telah datang saatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ah umum bagi dunia secara keseluruhan ketika ditiup sangkakala, maka hancurlah segala yang di langit dan di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kiamat yang sebenarnya?  Tentu saja lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan.   Al-Quran banyak menyebutkan tentang kejadian di hari kiamat. Tanpa keraguan sedikit pun, kaum muslimin meyakini bahwa kiamat memang akan tiba. Kepastian terjadinya ditetapkan oleh dalil-dalil al-Quran dalam jumlah yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara dalil-dalil tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Sa’ah (Hari Kiamat) Itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya;  dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (Ghafir: 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDATANGANNYA DIDAHULUI DENGAN TANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya kiamat adalah hal yang ghaib.  Hanya Allah yang tahu. Tidak satu pun makhluk-Nya mengetahui kapan kiamat, baik para nabi maupun malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, ketika ditanya tentang hal ini,  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengembalikannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepada-Nya lah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat.” (Fushilat:47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah merahasiakan terjadinya hari kiamat, dan menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah:  ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’” (Al-A’raf: 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, “Firman Allah, ‘Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku;  tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia’ adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada nabi-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam, apabila beliau ditanya tentang waktu terjadinya kiamat, hendaklah mengembalikan pengetahuan tentang itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Sesungguhnya Dialah yang menjelaskan waktu kedatangannya atau mengetahui kejelasan&lt;br /&gt;perkara itu dan kapan kepastian waktunya.’ (Tafsir Ibnu Katsir juz III hal. 518)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak diketahui, kiamat sebenarnya sudah dekat waktu kedatangannya.  Allah nyatakan di dalam al-Quran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi Hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzab:63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah dekat datangnya sa’ah itu dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi  Shallalahu Alaihi wa Sallam, di antaranya, pernah bersabda menyatakan betapa dekatnya waktu datangnya hari kiamat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku diutus, sedangkan aku dan Hari Kiamat adalah seperti ini,’ beliau menyandingkan antara jari tengah dan jari telunjuk.” (Syu’abul Iman juz VII hal 259/260 no. 10235,  menurut penulisnya hadits ini dikeluarkan oleh Bukhari dari hadits Abu Hushain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim ketika Jibril datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya tentang kapan Kiamat, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.” (Shahih al-Bukhari no. 48 dan Muslim no. 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sesungguhnya Allah dengan rahmat-Nya telah menjadikan kiamat memiliki alamat yang menunjukkan ke arah itu dan tanda-tanda yang mengantarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tanda-nya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (Muhammad: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu.  Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah:  ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula) (Al-An’am: 158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut.  Tanda-tanda kiamat ada dua: tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif  lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr,  berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa, datangnya Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar.  Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan terbitnya matahari dari barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, “Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita perhatikan, sebagian tanda kiamat kecil di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits.  La haula wa la quwwata illabillah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAPA BISA MERAMAL KIAMAT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak peramal meramaikan bursa dugaan datangnya kiamat.  Isaac Newton dikabarkan meramalkan kiamat pada tahun 2060. Sebagian orang beranggapan, berdasarkan perhitungan kalander bangsa Maya.   Kiamat, menurut anggapan mereka, terjadi pada tahun 2012, tepatnya 21 ‘Desember. Wow!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti anti kiamat,  namun terlalu na’if membenarkan sebuah prediksi yang kesannya terlalu dipaksakan. Memang saat ini kita masuk kedalam zaman akhir, namun akhir zaman tetaplah sebuah misteri kepunyaan Allah. Tidak ada dalam satu agama manapun yang menyebutkan secara eksplisit kapan terjadinya kiamat dengan secara terbuka.   Semua hanyalah bersifat tanda-tanda. Kiranya dengan begitu manusia menyadari bahwa setiap hari&lt;br /&gt;bisa menjadi akhir untuk hidup mereka di dunia dan tidak ada seorangpun di dunia ini yang diberi sebuah wewenang untuk mengetahui kapan secara pasti hari kiamat akan terjadi. Yang terjadi saat ini adalah sebuah kesoktahuan manusia untuk berusaha memprediksi angka jadi kapan dunia ini akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan akhir penanggalan panjang suku Maya jelas itu hanya hitung-hitungan yang penuh dugaan. Tidak layak seorang muslim mempercayai ramalan semacam itu. Kalaulah benar tahun 5126 M yang bertepatan dengan tahun 2012 M adalah tahun berakhirnya penanggalan mereka yang diyakini pula dengan berakhirnya dunia maka bukanlah berarti bahwa dunia ini akan hancur (kiamat), dikarenakan menurut kosmologi suku Maya bahwa bumi diciptakan 5 kali dan dihancurkan 4 kali. Dengan demikian siklus kalender Maya boleh berakhir, namun siklus baru akan kembali berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebagian ahli mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ramalan-ramalan itu benar-benar tidak ada dasarnya sama sekali, apalagi di kebudayaan Maya yang kita kenal,” kata Stephen Houston, profesor antropologi di Brown University, yang juga ahli tulisan hieroglif Maya. “Penggambaran bangsa Maya tidak pernah menyebut-nyebut hal ini.”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Maya melihat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kalender mereka, tapi kemudian mengulang kalender mereka kembali tanpa adanya bencana sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian meramal berdasar teori planet Nibiru, bantahan yang ada dari seorang ahli di NASA mengatakan “Kami saja sampai sekarang masih berdebat soal Pluto, tiba-tiba ada orang yang mengatakan adanya planet Nibiru. Dari mana ini? Lucu sekali, kami sampai sekarang belum bisa menemukan planet lain, sudah ada yang menemukan planet Nibiru pula,&lt;br /&gt;tanpa ada konfirmasi dari mana berita itu muncul.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kunci-kunci ghaib itu lima, ‘Sesungguhnya hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada didalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada yang seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Shahih al-Bukharino.4261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi menyebutkan pendapat Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa kelima kunci ghaib tersebut tidaklah ada yang mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.  Hal itu juga tidak diketahui oleh para malaikat, para Nabi yang diutus.  Karena itu barang siapa yang beranggapan bahwa dirinya mengetahui sesuatu tentang itu semua, maka orang itu telah mengingkari al-Quran dikarenakan ia telah menyalahinya.  (Al-Jami’ Li Ahkamil Quran juz XIV hal. 400)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah lah yang mengetahui kebenaran hakikinya, bahkan terhadap berbagai penafsiran tentang alam semesta ini, perkembangan alam maupun kehidupan yang seluruhnya merupakan teori-teori, seperti halnya teori ledakan besar, teori ini dan itu.  Sebagaimana sebuah teori, tentu akan ada pula sebagian ilmuwan lainnya yang melakukan penyanggahan terhadapnya dengan berbagai teori lainnya dan begitulah selanjutnya.  Adapun hakikat kebenarannya di dalam permasalahan ini tidaklah ada yang mengetahuinya kecuali Allah Azza wa Jalla, sebagaimana disebutkan didalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas mengapa sebagian kita percaya dengan ramalan tersebut bahkan merasa harus menguatkan dengan uthak-athik dalil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========&lt;br /&gt;disalin dari Majalah Fatawa, Vol. V / No.11 Dzulhijjah 1430-November 2009, hal. 8-11&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-8727594127844847795?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.cctvbali.co.cc' title='KIAMAT YANG BEGITU DEKAT,MENGAPA HARUS DIRAMAL'/><link rel='enclosure' type='' href='http://myisland67.blogspot.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/8727594127844847795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/kaiamat-yang-begitu-dekatmengapa-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/8727594127844847795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/8727594127844847795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/kaiamat-yang-begitu-dekatmengapa-harus.html' title='KIAMAT YANG BEGITU DEKAT,MENGAPA HARUS DIRAMAL'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sx51_OuLiSI/AAAAAAAAALo/Qavl34FzRTI/s72-c/Weltraum_059.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-3761842740756650444</id><published>2009-11-26T21:02:00.002+07:00</published><updated>2009-11-27T17:42:24.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiamat 2012'/><title type='text'>Kiamat 2012 dan Yahudi pun Tertawa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sw6JQmEmtEI/AAAAAAAAALM/KfddgC2vaNk/s1600/111.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sw6JQmEmtEI/AAAAAAAAALM/KfddgC2vaNk/s320/111.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika ini, film Hollywood “2012”  sedang ditayangkan ke seluruh dunia.Gambaran misteri kiamat telah  membuat ramai orang orang untuk melihat bagaimana gambaran "kiamat" .  Film ini dibuat oleh Rolland Emmerich—Orang Yahudi. yang semua filmnya  hampir selalu tentang kiamat atau bencana dunia. Lantas, bagaimana  dengan tanggapan orang Yahudi sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Menariknya, di balik eforia, dan  ketakutan dari tampak dari filem ini, orang-orang Yahudi sendiri  ternyata mentertawakan film ini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Rebbetzin Esther Jungeris,  seorang penulis Yahudi yang produktif mengatakan bahwa dalam kitab suci  Yahudi sendiri tidak pernah disebutkan bila akan datangnya kiamat. “Akan  terjadi pada Jum"at siang, tapi tidak ada cara untuk mengetahui bila  akan datang Shabbos (hari Jumat) ini.” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Rabi Berel Wein, Pengarah The  Destiny Foundation mengatakan bahawa Yahudi tidak benar-benar tertarik  berbincang akan hal-hal seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Sedangkan Niles Elliet Goldstein,  rabbi dari The New Shul di Manhattan mengatakan, “Kiamat tidak akan  tiba pada tahun 2012!”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Beginilah selalu orang-orang  Yahudi, memutar-mutar dunia sesuai dengan yang mereka inginkan,  sementara mereka sendiri terkekeh-kekeh menertawakan kebodohan  orang-orang di seluruh dunia yang hanya mampu mengikut kemana hidung  mereka diarahkan!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Diterjamahkan oleh Ahmad Saiful  dari Eramuslim.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-3761842740756650444?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://myisland67.blogspot.com' title='Kiamat 2012 dan Yahudi pun Tertawa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/3761842740756650444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/kiamat-2012-dan-yahudi-pun-tertawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/3761842740756650444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/3761842740756650444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/kiamat-2012-dan-yahudi-pun-tertawa.html' title='Kiamat 2012 dan Yahudi pun Tertawa'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sw6JQmEmtEI/AAAAAAAAALM/KfddgC2vaNk/s72-c/111.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-5301257887781051414</id><published>2009-11-26T00:07:00.002+07:00</published><updated>2009-11-26T21:04:58.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustad Fariq Gasim AnNuz.Lc'/><title type='text'>Engkau dan hawa Nafsu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sw1kBOieIbI/AAAAAAAAALE/HqXdQuXMEQI/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sw1kBOieIbI/AAAAAAAAALE/HqXdQuXMEQI/s320/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oleh Ustadz Fariq Gasim AnNuz, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim hendaknya merenungkan mengenai diri dan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;Andaikan sampai berita kepada Anda bahwa seseorang telah mencaci maki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian orang lain mencaci maki Nabi Daus ‘alaihissalam. Sedangkan orang yang ketiga mencaci maki Umar atau Ali radhiyallahu ‘anhuma. Dan yang keempat mencaci maki syaikh Anda. Sementara orang yang kelima, mencaci maki syaikh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Apakah amarah dan usaha Anda untuk memberikan hukuman dan pelajaran kepada mereka telah sesuai dengan ketentuan syari’at? Yakni apakah kemarahan Anda kepada orang pertama dan kedua hampir sama kadarnya, namun lebih dahsyat jika dibandingkan kepada yang lainnya? Apakah kemarahan Anda kepada orang yang ketiga lebih ringan kadarnya dibandingkan dua orang yang pertama namun lebih keras dibandingan dua sisanya? Apakah kemarahan Anda kepada orang yang keempat dan kelima hampir sama kadarnya, namun jauh lebih lunak dibandingkan dengan yang sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan pula Anda membaca sebuah ayat, kemudian nampak bagi Anda bahwa ayat tersebut sesuai dengan pendapat imam anda. Kemudian anda mendapati ayat lain dan nampak oleh anda dari ayat tersebut bahwa ia menyalahi ucapan yang lain dari imam anda tersebut. Apakah penilaian anda mengenai keduanya sama? Yaitu anda tidak akan peduli untuk mencari kejelasan dari dua ayat tersebut dengan mengkajinya secara seksama agar menjadi jelas benar atau tidaknya atas pemahaman anda tadi dengan cara membaca sepintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan pula anda mendapatkan dua hadits yang tidak anda ketahu shahih atau dho’ifnya. Salah satunya sesuai dengan pendapat imam anda sedangkan yang satunya lagi menyalahinya. Apakah pandangan anda terhadap dua hadits tersebut sama tanpa anda peduli (untuk mengetahui secara ilmiyyah) apakah kedua hadits tersebut shahih atau dho’if?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan pula anda memperhatikan suatu masalah yang imam anda mempunyai suatu pendapat tentangnya, dan (ulama) lain menyalahi pendapat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hawa nafsu anda yang lebih berperana dalam melakukan tarjih salah satu dari dua pendapat tadi? Ataukah anda menelitinya supaya anda dapat mengetahui mana yang rajih dari keduanya dan anda dapat menjelaskan kerajihannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan pula ada seseorang yang anda cintai dan yang lain anda benci. Keduanya berselisih dalam suatu masalah. Kemudian anda dimintai pendapat tentang perselisihan tersebut. Padahal (anda tidak mengetahui duduk persoalannnya sehingga) anda tidak mungkin dapat menghukuminya. Ketika anda meneliti permasalahan tersebut, apakah hawa nafsu anda yang berperan sehingga lebih memihak orang yang anda cintai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan pula ada tiga fatwa dari ulama dalam permasalahan yang berbeda.&lt;br /&gt;Satu dari anda sendiri, yang kedua dari orang yang engkau cintai, dan fatwa ketiga dari orang yang tidak engkau sukai. Dan setelah engkau teliti fatwa kedua teman anda tersebut, maka anda nilai keduanya benar pula. Kemudian sampai berita kepada anda bahwa ada seorang alim yang mengeritik salah satu dari ketiga fatwa tersebut dan mengingkarinya dengan sangat keras. Apakah anda mempunyai sikap yang sama apabila fatwa yang dikritik itu adalah fatwa anda atau fatwa sahabat anda atau fatwa orang yang tidak anda sukai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan pula anda mengetahui seseorang berbuat kemunkaran dan anda berhalangan untuk mencegahnya. Kemudian sampai kepada anda bahwa ada seorang ahli ilmu yang mengingkari orang tersebut dengan sangat kerasnya.&lt;br /&gt;Maka apakah anggapan baik anda akan sama apabila yang mengingkari itu teman anda atau musuh anda, begitu pula apabila orang yang diingkarinya itu teman anda atau musuh anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksalah diri anda! Anda akan dapatkan diri anda sendiri ditimpa musibah dengan perbuatan maksiat atau kekurangan dalam hal Dien. Juga engkau dapati orang yang anda benci ditimpa mushibah dengan melakukan kemaksiatan pula dan kekuranga lainnya dalam syari’at yang tidak lebih berat dari maksiat yang menimpamu. Maka apakah engkau dapati kebenciannmu kepada oarang tersebut (disebabkan maksiat atau kekuarangan dalam syari’at) sama dengan kebencanmu kepada dirimu sendiri? Dan apakah engkau dapati kemarahannmu kepada dirimu sendiri sama dengan kemarahanmu kepadanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu-pintu hawa nafsu tidak tehitung banyaknhya. Saya mempunyai pengalaman pribadi ketika saya memperhatikan suatu permasalahan yang saya anggap bahwa hawa nafsu tidak ikut tercampur dalam masalah tersebut. Saya mendapatkan satu pengertian dalam masalah tersebut, maka saya menetapkannya dengan satu ketetapan yang saya anggap baik. Kemudian setelah itu saya melihat sesuatu yang membuat cacat ketepan tadi. Lalu saya gigih mempertahankan kesalahan tadi dan jiwaku menyuruhku untuk memberikan pembelaan dan menutup mata, serta menolak untuk mengadakan penelitian lebih lanjut secara mendalam. Hal ini dikarenakan ketika saya menetapkan pengertian pertama yang saya kagumi itu, hawa nafsu saya condong untuk membenarkannya. Padahal belum ada satu orangpun yang mengetahui hal ini. Maka bagaimana seandainya hal tersebut sudah saya sebar luaskan kepada khalayak ramai, kemudian setelah itu tampak bagiku bahwa pengertian tersebut salah? Maka bagaimana pula apabila kesalahan tersebut bukan saya sendiri yang mengetahuinya melainkan orang lain yang mengkritikku? Maka bagaimana pula jika orang yang mengkritikku adalah orang yang aku benci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti bahwa seorang alim dituntut untuk tidak mempunyai hawa nafsu karena hal ini diluar kemampuannya. Tapi kewajiban seorang alim adalah mengoreksi diri dan hawa nafsunya supaya dia mengetahui kemudian mengekangnya dan memperhatikan dengan seksama dalam hal kebanaran sebagai suatu kebenaran. Apabila jelas baginya bahwa kebenaran tersebut menyelisihi hawa nafsunya, maka dia harus mengutamakan kebenaran daripada mengikuti hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang alim terkadang lalai dalam mengawasi hawa nafsunya. Ia bersikap toleran sehingga dirinya condong kepada kebatilan dan membela kebatilan tersebut. Dia menyangka bahwa dirinya belum menyimpang dari kebenaran. Dia menyangka pula bahwa dirinya tidak sedang memusuhi kebenaran. Tidak ada orang yang selamat dari perbuatan ini kecuali orang yang ma’shum Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam. Hanya saja para ulama bertingkat-tingkat dalam sikapnya terhadap hawa nafsu. Diantara mereka ada yang sering terbawa arus hawa nafsunya sampai melampaui batas sehingga orang yang tidak mengetahui tabiat manusia dan pengaruh hawa nafsu yang demikian besar menyangka bahwa si alim tadi melakukan kesalahan yang fatal dengan sengaja. Diantara ulama juga ada orang yang dapat mengekang hawa nafsunya sehingga jarang sekali mengikuti hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu barangsiapa sering membaca buku-buku dari penulis yang sama sekali tidak menyandarkan ijthad mereka kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka dia akan banyak mendapatkan keanehan. Hal ini tidak mudah diketahui kecuali oleh orang-orang yang hawa nafsunya tidak condong kepada buku-buku tersebut, yaitu orang yang condong kepada kebenaran yang bertentangan dengan buku-buku tersebut. Kalau hawa nafsunya cenderung kepada buku-buku tersebut dan sudah dikuasai hawa nafsunya, maka dia menyangka bahwa orang-orang yang sependapat dengannya itu terbebas dari mengikuti hawa nafsu, sedangkan orang-orang yang bertentangan dengannya adalah orang-orang yang mengikuti hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang salaf dahulu ada yang berlebihan dalam mengekang hawa nafsunya sampai ia terjerumus ke dalam kesalahan pada sisi yang lain. Seperti seorang hakim yang mengadili dua orang yang berselisih. Orang pertama adalah saudara kandungnya sedangkan yang kedua adalah musuhnya. Ia berlebihan dalam mengekang hawa nafsunya sampai ia menzholimi saudara kandungnya sendiri. Ia seperti orang yang berjalan di tepi jurang yang curam di kanan kirinya, berusaha menghindari jurang yang disebelah kanan namun berlebihan sehingga ia terjatuh ke dalam jurang yang di sebelah kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan dari buku At-Tankil bi Maa fi Ta’nibil Kautsari minal Abathil, karya Syaikh Abdurrahman Al-Mu’allimi Al-Yamani bagian keempat: Al-Qaid ila Tashih Al-Aqaid hal. 196-198 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://fariqgasimanuz.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-5301257887781051414?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://iboviking-putrabara-blogspot.com' title='Engkau dan hawa Nafsu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/5301257887781051414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/engkau-dan-hawa-nafsu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/5301257887781051414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/5301257887781051414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/engkau-dan-hawa-nafsu.html' title='Engkau dan hawa Nafsu'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Sw1kBOieIbI/AAAAAAAAALE/HqXdQuXMEQI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-7929681052732728752</id><published>2009-11-17T21:49:00.002+07:00</published><updated>2009-11-22T17:48:19.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH TELADAN'/><title type='text'>12 Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an</title><content type='html'>Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Muslim itupun menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, Al-Qur’an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut…!!!! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, ”Bagaimana kamu tahu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Muslim menajwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur’an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.” (QS. An-Nisa:11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari : Kolom Kisah Teladan, Majalah Qiblati |Vol.01/No.4/ Desember 2005 | Dzulqa’idah 1426 H.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-7929681052732728752?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.cctvbali.co.cc' title='12 Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/7929681052732728752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/12-kisah-masuk-islamnya-seorang-dokter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/7929681052732728752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/7929681052732728752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/12-kisah-masuk-islamnya-seorang-dokter.html' title='12 Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-8650681645931769735</id><published>2009-11-17T21:42:00.002+07:00</published><updated>2009-11-17T21:44:34.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH TELADAN'/><title type='text'>KISAH SEORANG WANITA YANG BERTOBAT</title><content type='html'>Dosa besar yang telah ia perbuat, mengantarkannya pada sebuah pertaubatan yang agung. Ia dirajam di kota Madinah. Taubatnya setara dengan taubat 70 warga Madinah. Bahkan, Rasul pun mensholatkannya. Jangan ragu untuk bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imran bin al-Husain al-Khunza radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa ada seorang wanita dari Juhainah yang datang kepada Rasulullah Shollallahu alayhi wa Sallam falam keadaan hamil karena berzina. Ia berkata, “Wahai Rasulullah! Aku telah melanggar batas. Maka tegakkanlah hukum terhadapku.” Kemudian Nabi memanggil salah seorang walinya agar memperlakukannya dengan baik. Beliau berkata, “Perlakukan dia dengan baik. Jika ia telah melahirkan maka bawalah dia kepadaku.” Maka ia melakukannya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Nabi pun memerintahkan untuk menghadirkan wanita tersebut. Lalu bajunya diikatkan pada tubuhnya. Lalu beliau memerintahkan agar wanita itu dirajam. Lalu Rasulullah menshalatkannya. Umar radhiallahu ‘anhu berkata kepadanya, “Apakah engkau menshalatkan dia wahai Rasulullah? Sedangkan ia telah berbuat zina?” Rasulullah bersabda, “Ia telah melakukan taubat dengan taubat yang apabila dibagikan kepada 70 penduduk Madinah, niscaya merea semua akan mendapatkan bagian. Apakah engkau mendapatkan keadaan yang lebih baik daripada ia yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah?” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna di Balik Kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang dinukilkan oleh Syaikh Utsaimin rahimahullah dari Imran bin Husain radhiallahu ‘anhu, ada seorang wanita yang datang kepada Nabi Shollallahu ‘alayhi wa sallam dalam keadaan hamil karena telah berzina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun berkata, “Wahai Rasulullah! Aku telah melanggar had(batas), maka tegakkanlah had (hukuman) terhadapku.” Yakni, aku telah melakukan sesuatu yang mengharuskanku untuk dikenai had (hukuman) maka tegakkanlah had itu terhadapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi memanggil seorang walinya dan memerintahkannya untuk memperlakukannya dengan baik. Apabila ia telah melahirkan, maka hendaklah ia membawanya kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia telah melahirkan, walinya membawanya kepada Rasulullah. “Dan Nabi memerintahkannya untuk menghadirkan wanita tersebut,” yaitu bajunya diselimutkan dan diikat agar tidak tersikap auratnya. “Kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam, maka ia pun dirajam.” yaitu dilempari dengan batu. Ukuran batu itu tidak besar dan tidak kecil, hingga ia meninggal. Lalu Nabi menshalatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mendoakannya dengan doa bagi orang yang telah meninggal. “Lalu Umar berkata kepadanya, ‘Apakah engkau menshalatkannya sedangkan dia telah berbuat zina, wahai Rasulullah?” Sedangkan zina adalah termasuk dosa yang paling besar. Maka Rasulullah berkata, “Ia telah berta ubat dengan taubat yang apabila dibagikan kepada 70 penduduk Madinah, niscaya merea semua akan mendapatkan bagian.”Yakni, taubat yang luas, seandainya dibagikan kepada 70 orang dimana semua mereka berbuat dosa, niscaya mereka akan mendapatkan taubat itu dan bermanfaat untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah engkau mendapatkan keadaan yang lebih baik daripada ia yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala?”Yaitu, apakah engkau mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari keadaan ini. Yaitu seorang wanita yang datang dan telah membersihkan dirinya, yaitu menyerahkan dirinya untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan terlepas dari dosa zina. Tidak ada yang lebih baik dari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dari Kisah Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, seorang pezina jika ia seorang muhshan (telah menikah) maka ia wajib untuk dirajam. Ini disebutkan dalam kitab Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan merupakan ayat yang dibaca oleh kaum Muslimin dan mereka hapalkan, mereka pahami dan terapkan. Nabi dan para Khulafaur Rasyidin setelahnya telah melakukan rajam. Tapi Allah dengan kebijaksanaan-Nya telah menghapusnya dari Al-Qur’an secara lafadz dan membiarkan hukumnya berlaku di antara umat ini. Apabila seorang yang muhshan, yaitu yang telah menikah melakukan perzinaan, maka ia akan diraham hingga meninggal. Ia diberdirikan di tempat yang luas. Lalu orang-orang berkumpul dan mengambil batu yang mereka gunakan untuk melemparnya hingga meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan hikmah Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Yaitu, syariat tidaklah memerintahkan untuk memenggal kepalanya dengan pedang sehingga perkaranya selesai. Tapi ia dirajam agar ia tersiksa dan merasakan pedihnya siksaan sebagai balasan apa yang telah ia dapatkan, berupa lezatnya sesuatu yang haram karena orang yang berbuar zina ini seluruh badannya merasakan nikmatnya sesuatu yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, para Ulama rahimahullah berpendapat untuk tidak menggunakan batu besar. Sebab, ia akan membunuhnya dengan cepat dan ia pun terbebas. Tidak pula dengan batu kecil sekali karena hal itu akan menyakitinya dan lama matinya. Tapi dengan batu yang sedang sehingga ia dapat merasakan sakit kemudian mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada seseorang yang mengatakan, bukankah Rasulullah telah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kalian membunuh maka membunuhlah dengan baik dan apabila kalian menyembelih maka sembelilah dengan baik.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membunuh dengan pedang lebih enak bagi orang yang dirajam, daripada ia harus dirajam dengan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita katakan, benar Rasulullah telah berkata demikian. Tapi pembunuhan yang baik adalah terjadi apabila karena sesuai dengan syariat. Karena itu, apabila seorang laki-laki yang telah bertindak jahat kepada seseorang, lalu ia membunuhnya dengan sengaja dan memutilasi (membunuh dengan memotong-motong anggota tubuh), maka kita akan memutilasi pelaku kejahatan ini sebelum kita membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, jika seorang pelaku kejahatan membunuh seorang. Lalu ia memotong kedua tangannya. Kemudian kedua kakinya, lisannya lalu kepalanya, maka kita tidak membunuh pelaku kejahatan tersebut dengan pedang. Tapi kita potong kedua tangannya, lalu kedua kakinya, lisannya, kita potong kepalanya sebagaiana ia berbuat. Ini termasuk bersikap baik dalam membunuh. Karena sikap baik dalam membunuh adalah dengan sesuatu yang sesuai dengan syariat bagaimanapun keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini, terdapat dalil yang menunjukkan bolehnya seseorang untuk mengakui dirinya berbuat zina, dengan tujuan untuk mensucikan dirinya dengan penegakan had, bukan untuk membuka kejelekan dirinya. Orang yang membicarakan dirinya bahwa ia telah melakukan perzinaan dihadapan Imam atau wakilnya dengan tujuan agar ditegakkan hukuman atas dirinya maka orang ini tidaklah dicela dan dihina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang menceritakan kepada masyarakat bahwa dia telah berbuat zina, berarti ia telah membongkar aib dirinya sendiri. Ia tak akan dimaafkan. Rasulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap umatku akan diampuni kecuali orang yang mujahir (terang-terangan). Mereka (para sahabat) berkata, “Siapakah orang yang mujahir itu?” Beliau berkata, “Ia adalah orang yang berbuat dosa kemudian Allah tutupi aibnya. Lalu pada pagi harinya ia menceritakannya.” (HR. Muttafaq alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada jenis yang ketiga, yaitu orang fasik yang melampaui batas dan tidak punya rasa malu. Ia bercerita tentang ziba dengan bangga, na’udzu billah!Ia berkata bahwa dia pergi ke berbagai negeri untuk berbuat dosa, berzina dengan banyak wanita, dan berbagai kemaksiatan lainnya, dengan rasa bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ini harus diminta bertaubat. Jika ia bertaubat, maka ia akan mendapatkan ampunan. Jika tidak, maka ia dibunuh. Sebab orang yang bangga dengan perbuatan zina, maka sudah pasti ia menghalalkan zina, na’udzu billah! Barangsiapa yang menghalalkan perbuatan zina maka dia adalah orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang fasik melakukan hal itu. Yaitu, orang-orang yang karena perbuatannya, kaum muslimin mendapatkan musibah. Banyak orang merasa bangga dnegan hal ini. Jika ia pergi ke suatu negeri yang terkenal dengan kefasikan dan tidak ada rasa malu seperti Bangkok dan negeri-negeri yang penuh kekejian perzinaan, homoseksual, khamar dan lain sebagainya, lalu ia pulang menjumpai temannya dan bangga menceritakan apa yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ini, sebagaimana telah dikatakan harus dimintai untuk bertaubat. Apabila ia bertaubat, maka ia diampuni. Jika tidak mau, maka ia dibunuh. Karena orang yang menghalalkan perzinaan dan lainnya diantara perbuatan yang diharamkan secara jelas dan disepakati keharamannya, maka ia adalah orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rincian Taubat Nasuha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi seseorang telah bertaubat dengan taubat yang nasuha (taubat dengan benar), ia menyesal dan berjanji kepada dirinya untuk tidak mengulanginya. Orang ini sebaiknya tidak pergi dan menceritakan tentang dirina. Tapi hendaklah ia merahasiakan perkara itu dan hanya Allah yang tahu. Barangsiapa yang bertaubat maka Allah akan menerima taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang khawatir bahwa taubatnya bukanlah taubat yang nasuha dan khawatir jika ia akan kembali pada perbuatan dosa, sekali lagi maka orang ini sebaiknya pergi kepada pemerintah, hakim, dan lainnya, lalu mengaku dihadapannya agar ditegakkan hukuman terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : diketik ulang oleh Ummu ‘Umar  dari Memetik Hikmah dari Telaga Sunnah (Kumpulan Kisah dari Syaikh Utsaimin) oleh Shalahuddin Mahmud as-Sa’id,   Pustaka At-Tazkia, 2006 (hal. 181-188)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-8650681645931769735?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hobby67.blogspot.com' title='KISAH SEORANG WANITA YANG BERTOBAT'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/8650681645931769735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/kisah-seorang-wanita-yang-bertobat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/8650681645931769735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/8650681645931769735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/kisah-seorang-wanita-yang-bertobat.html' title='KISAH SEORANG WANITA YANG BERTOBAT'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-7008664884005898464</id><published>2009-11-11T20:11:00.003+07:00</published><updated>2009-11-17T21:43:35.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MEMBUMIKAN AL QUR&apos;AN'/><title type='text'>TUHAN ( Bagian 1)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Svq4uIEQ3rI/AAAAAAAAAKQ/Ij4BwArXhqw/s1600-h/1071509_quran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Svq4uIEQ3rI/AAAAAAAAAKQ/Ij4BwArXhqw/s200/1071509_quran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dr. M. Quraish Shihab, M.A&lt;br /&gt;Kalau kita menengok  ke  belakang,  mempelajari  kepercayaan&lt;br /&gt;umat  manusia,  maka yang ditemukan adalah hampir semua umat&lt;br /&gt;manusia mempercayai adanyaTuhan yang mengatur alam raya ini.&lt;br /&gt;Orang-orang Yunani Kuno menganut paham politeisme (keyakinan&lt;br /&gt;banyak tuhan): bintang adalah  tuhan  (dewa),  Venus  adalah&lt;br /&gt;(tuhan)   Dewa  Kecantikan,  Mars  adalah  Dewa  Peperangan,&lt;br /&gt;Minerva adalah  Dewa  Kekayaan,  sedangkan  Tuhan  tertinggi&lt;br /&gt;adalah Apollo atau Dewa Matahari.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang  Hindu  -masa lampau juga mempunyai banyak dewa,&lt;br /&gt;yang diyakini sebagai tuhan-tuhan. Keyakinan  itu  tercermin&lt;br /&gt;antara  lain  dalam  Hikayat  Mahabarata.  Masyarakat Mesir,&lt;br /&gt;tidak terkecuali. Mereka meyakini  adanya  Dewa  Iziz,  Dewi&lt;br /&gt;Oziris, dan yang tertinggi adalah Ra'. Masyarakat Persia pun&lt;br /&gt;demikian, mereka percaya bahwa ada  Tuhan  Gelap  dan  Tuhan&lt;br /&gt;Terang. Begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh  keyakinan  tersebut  merambah  ke masyarakat Arab,&lt;br /&gt;walaupun jika mereka ditanya tentang Penguasa  dan  Pencipta&lt;br /&gt;langit  dan bumi mereka menjawab, "Allah." Tetapi dalam saat&lt;br /&gt;yang sama mereka menyembah juga berhala-berhala Al-Lata, Al-&lt;br /&gt;Uzza,  dan  Manata, tiga berhala terbesar mereka, di samping&lt;br /&gt;ratusan berhala lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran  datang  untuk  meluruskan  keyakinan  itu,  dengan&lt;br /&gt;membawa ajaran tauhid. Tulisan ini berusaha untuk memaparkan&lt;br /&gt;wawasan Al-Quran tentang hal tersebut, meskipun harus diakui&lt;br /&gt;bahwa   tulisan   ini   tidak   mungkin   dapat   menjangkau&lt;br /&gt;keseluruhannya. Dapat  dibayangkan  betapa  luas  pembahasan&lt;br /&gt;tentang  Tuhan  Yang  Maha Esa bila akan dirujuk keseluruhan&lt;br /&gt;kata yang menunjuk-Nya. Kata  "Allah"  saja  dalam  Al-Quran&lt;br /&gt;terulang  sebanyak  2697  kali. Belum lagi kata-kata semacam&lt;br /&gt;Wahid, Ahad, Ar-Rab, Al-Ilah, atau  kalimat  yang  menafikan&lt;br /&gt;adanya  sekutu  bagi-Nya  baik dalam perbuatan atau wewenang&lt;br /&gt;menetapkan hukum, atau kewajaran beribadah kepada selain-Nya&lt;br /&gt;serta   penegasian   lain   yang  semuanya  mengarah  kepada&lt;br /&gt;penjelasan tentang tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FITRAH MANUSIA: KEYAKINAN TENTANG KEESAAN ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membuka lembaran-lembaran Al-Quran, hampir  tidak&lt;br /&gt;ditemukan  ayat yang membicarakan wujud Tuhan. Bahkan Syaikh&lt;br /&gt;Abdul  Halim  Mahmud  dalam  bukunya  Al-Islam  wa   Al-'Aql&lt;br /&gt;menegaskan  bahwa,  "Jangankan  Al-Quran,  Kitab Taurat, dan&lt;br /&gt;Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan&lt;br /&gt;Baru) tidak menguraikan tentang wujud Tuhan." Ini disebabkan&lt;br /&gt;karena wujud-Nya sedemikian  jelas,  dan  "terasa"  sehingga&lt;br /&gt;tidak perlu dijelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran mengisyaratkan bahwa kehadiran Tuhan ada dalam diri&lt;br /&gt;setiap  insan,  dan  bahwa  hal  tersebut  merupakan  fitrah&lt;br /&gt;(bawaan)  manusia  sejak asal kejadiannya. Demikian dipahami&lt;br /&gt;dari firman-Nya dalam surat Al-Rum (30): 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah),&lt;br /&gt;(tetaplah  atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia&lt;br /&gt;menurut fitrah  itu.  Tiada  perubahan  pada  fitrah  Allah.&lt;br /&gt;(Itulah)  agama  yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak&lt;br /&gt;mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain dikemukakan, bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan  (ingatlah)  ketika  Tuhanmu   mengeluarkan   keturunan&lt;br /&gt;anak-anak  Adam  dari  sulbi  mereka,  dan  Allah  mengambil&lt;br /&gt;kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankah&lt;br /&gt;Aku  ini  Tuhanmu?'  Mereka  menjawab:  'Betul (Engkau Tuhan&lt;br /&gt;kami), kami menyaksikan'" (QS Al-A'raf [7]: 172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda duduk termenung  seorang  diri,  pikiran  mulai&lt;br /&gt;tenang, kesibukan hidup atau haru hati telah dapat teratasi,&lt;br /&gt;terdengarlah  suara  nurani,  yang   mengajak   Anda   untuk&lt;br /&gt;berdialog,  mendekat  bahkan  menyatu dengan suatu totalitas&lt;br /&gt;wujud Yang Maha mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu mengantar Anda  untuk  menyadari  betapa  lemahnya&lt;br /&gt;manusia dihadapan-Nya. dan betapa kuasa dan perkasa Dia Yang&lt;br /&gt;Mahaagung itu. Suara yang Anda dengarkan itu,  adalah  suara&lt;br /&gt;fitrah  manusia.  Setiap  orang  memiliki  fitrah  itu,  dan&lt;br /&gt;terbawa serta  olehnya  sejak  kelahiran,  walau  seringkali&lt;br /&gt;-karena kesibukan dan dosa-dosa- ia terabaikan, dan suaranya&lt;br /&gt;begitu lemah sehingga  tidak  terdengar  lagi.  Tetapi  bila&lt;br /&gt;diusahakan untuk didengarkan, kemudian benar-benar tertancap&lt;br /&gt;di dalam jiwa, maka  akan  hilanglah  segala  ketergantungan&lt;br /&gt;kepada  unsur-unsur  lain kecuali kepada Allah semata, tiada&lt;br /&gt;tempat bergantung, tiada tempat  menitipkan  harapan,  tiada&lt;br /&gt;tempat  mengabdi  kecuali kepada-Nya. La haula wa la quwwata&lt;br /&gt;illa billahi-'Aliyyil-'Azhim (Tiada  daya  untuk  memperoleh&lt;br /&gt;manfaat,  tiada  pula  kuasa  untuk menolak mudarat, kecuali&lt;br /&gt;bersumber dari Allah Yang Mahatinggi  lagi  Mahaagung).  Dan&lt;br /&gt;dengan  demikian  tidak  ada lagi rasa takut yang menghantui&lt;br /&gt;atau mencengkeram, tiada pula rasa sedih yang akan mencekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang  yang  berkata  (berprinsip)  bahwa&lt;br /&gt;Tuhan  Pemelihara  kami adalah Allah, serta istiqamah dengan&lt;br /&gt;prinsip  itu,  akan  turun  kepada  mereka  malaikat  (untuk&lt;br /&gt;menenangkan  mereka  sambil  berkata)  "Jangan takut, jangan&lt;br /&gt;bersedih, berbahagialah kalian dengan surga yang dijanjikan"&lt;br /&gt;(QS Fushshilat [41]: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang  yang  beriman dan jiwa mereka menjadi tenteram&lt;br /&gt;karena  mengingat  Allah.  Memang  hanya  dengan   mengingat&lt;br /&gt;Allahlah jiwa menjadi tenteram" (QS Al-Ra'd [13]: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang  boleh  jadi  ada  saat-saat dalam hidup ini -singkat&lt;br /&gt;atau panjang-  dimana  manusia  mengalami  keraguan  tentang&lt;br /&gt;wujud-Nya,  bahkan boleh jadi keraguan tersebut mengantarnya&lt;br /&gt;untuk   menolak    kehadiran    Tuhan    dan    menanggalkan&lt;br /&gt;kepercayaannya,  tetapi  ketika itu keraguannya akan beralih&lt;br /&gt;menjadi kegelisahan, khususnya pada saat-saat ia merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas telah penulis katakan bahwa hampir  tidak  ditemukan&lt;br /&gt;ayat  yang  membicarakan  tentang  wujud  Tuhan. Ini, karena&lt;br /&gt;harus diakui bahwa ada beberapa  ayat  Al-Quran  yang  dapat&lt;br /&gt;dipahami sebagai berbicara tentang wujud Tuhan, dan ada pula&lt;br /&gt;beberapa ayat yang mengisyaratkan adanya segelintir  manusia&lt;br /&gt;yang ateis. Misalnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan  mereka  berkata,  'Kehidupan  ini  tidak lain hanyalah&lt;br /&gt;kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak&lt;br /&gt;ada  yang  membinasakan  kita selain masa.'" (QS Al-Jatsiyah&lt;br /&gt;[45]: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti bunyi lanjutan ayat di atas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu,&lt;br /&gt;dan mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan boleh jadi kita dapat berkata bahwa mereka yang tidak&lt;br /&gt;mempercayai wujud Tuhan adalah  orang-orang  yang  kehabisan&lt;br /&gt;akal   dan   keras  kepala  ketika  berhadapan  dengan  satu&lt;br /&gt;kenyataan yang tidak sesuai dengan "nafsu kotornya" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian dapat  dipahami  dari  ayat  yang  menguraikan&lt;br /&gt;diskusi  yang  terjadi antara Nabi Ibrahim a.s. dan penguasa&lt;br /&gt;masanya (Namrud) (QS  Al-Baqarah  [2]:  258),  atau  Fir'aun&lt;br /&gt;ketika  berhadapan  dengan  Musa  a.s. yang bertanya, "Siapa&lt;br /&gt;Tuhan semesta alam itu?" (QS Al-Syu'ara, 126]: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bukti bahwa pernyataan ini lahir dari sikap keras&lt;br /&gt;kepala  adalah  pengakuan Fir'aun sendiri ketika ruhnya akan&lt;br /&gt;meninggalkan   jasadnya.   Dalam   konteks   ini   Al-Quran,&lt;br /&gt;menjelaskan  sikap  Fir'aun  yang  ketika itu kembali kepada&lt;br /&gt;fitrah, namun sayang dia telah terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... hingga saat Fir'aun telah hampir tenggelam,  berkatalah&lt;br /&gt;dia.  'Saya  percaya  bahwa  tidak ada Tuhan melainkan Tuhan&lt;br /&gt;yang  dipercayai  oleh  Bani  Israil,  dan   saya   termasuk&lt;br /&gt;orang-orang  yang  berserah  diri  (kepada  Allah).'  Apakah&lt;br /&gt;sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah&lt;br /&gt;durhaka  sejak  dahulu  dan  kamu  termasuk orang-orang yang&lt;br /&gt;berbuat kerusakan?" (QS Yunus [10]: 90-91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat  ini  sekaligus  membuktikan  bahwa   kehadiran   Tuhan&lt;br /&gt;merupakan  fitrah manusia yang merupakan kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;Kalaupun  ada  yang   mengingkari   wujud   tersebut,   maka&lt;br /&gt;pengingkaran  tersebut  bersifat sementara. Dalam arti bahwa&lt;br /&gt;pada akhirnya -sebelum jiwanya berpisah dengan jasadnya-  ia&lt;br /&gt;akan     mengakui-Nya.     Memang,     kebutuhan     manusia&lt;br /&gt;bertingkat-tingkat, ada yang harus dipenuhi  segera  seperti&lt;br /&gt;kebutuhan  udara, ada yang dapat ditangguhkan untuk beberapa&lt;br /&gt;saat, seperti kebutuhan minum. Kebutuhan untuk makan,  dapat&lt;br /&gt;ditangguhkan  lebih  lama daripada kebutuhan minuman, tetapi&lt;br /&gt;kebutuhan pemenuhan seksual  bisa  lebih  lama  ditangguhkan&lt;br /&gt;daripada   kebutuhan   pada   makan   dan   minum;  demikian&lt;br /&gt;seterusnya. Kebutuhan yang paling  lama  dapat  ditangguhkan&lt;br /&gt;adalah  kebutuhan  tentang keyakinan akan adanya Allah Swt.,&lt;br /&gt;Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAUHID ADALAH PRINSIP DASAR AGAMA SAMAWI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk kepada Al-Quran, dapat kita temukan bahwa para  Nabi&lt;br /&gt;dan Rasul selalu membawa ajaran tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, kecuali&lt;br /&gt;Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada  Tuhan  selain  Aku,&lt;br /&gt;maka sembahlah Aku" (QS Al-Anbiya' [21]: 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai  kaumku,  sembahlah  Allah, sekali-kali tak ada Tuhan&lt;br /&gt;bagimu selain-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ucapan Nabi  Nuh,  Hud,  Shaleh  dan  Syu'aib  yang&lt;br /&gt;diabadikan Al-Quran masing-masing secara berurut dalam surat&lt;br /&gt;Al-A'raf (7): 59, 65, 73, dan 85.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ajaran yang diterima Musa a.s. langsung  dari&lt;br /&gt;Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku  yang  memilihmu, maka dengarkan dengan tekun, apa yang&lt;br /&gt;diwahyukan (padamu): 'Sesungguhnya Aku adalah  Allah,  tidak&lt;br /&gt;ada  Tuhan  selain Aku. Sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat&lt;br /&gt;untuk mengingat-Ku'" (QS Thaha [20] 13-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa a.s. juga mengajarkan prinsip ini kepada umatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Isa  berkata  (kepada  Bani  Israil),  'Hai  Bani   Israil,&lt;br /&gt;sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.' Sesunguhnya siapa yang&lt;br /&gt;mempersekutukan-Nya maka Allah mengharamkan  baginya  surga,&lt;br /&gt;dan tempatnya adalah neraka. Tiada penolong bagi orang-orarg&lt;br /&gt;yang aniaya." (QS Al-Maidah [5]: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, walaupun semua nabi membawa ajaran  tauhid,  terlihat&lt;br /&gt;melalui   ayat-ayat   Al-Quran  bahwa  ada  perbedaan  dalam&lt;br /&gt;pemaparan mereka tentang prinsip tauhid. Jelas sekali  bahwa&lt;br /&gt;Nabi  Muhammad  Saw.,  melalui Al-Quran diperkaya oleh Allah&lt;br /&gt;dengan  aneka  penjelasan  dan  bukti,  serta  jawaban  yang&lt;br /&gt;membungkam siapa pun yang mempersekutukan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  Swt.  menyesuaikan tuntunan yang dianugerahkan kepada&lt;br /&gt;para Nabi-Nya sesuai dengan tingkat kedewasaan berpikir umat&lt;br /&gt;mereka.  Karena  itu hampir tidak ada bukti-bukti logis yang&lt;br /&gt;dikemukakan oleh Nabi Nuh kepada umatnya, dan pada  akhirnya&lt;br /&gt;setelah  mereka  tetap  membangkang,  jatuhlah  sanksi  yang&lt;br /&gt;memusnahkan mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka  topan  membinasakan   mereka,   dan   mereka   adalah&lt;br /&gt;orang-orang aniaya" (QS Al-'Ankabut [29]: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  tiba  masa Nabi Hud a.s. -yang masanya belum terlalu&lt;br /&gt;jauh dari Nuh- pemaparan beliau hampir tidak berbeda, tetapi&lt;br /&gt;di  sana  sini  telah  jelas bahwa masyarakat yang diajaknya&lt;br /&gt;berdialog, memiliki kemampuan berpikir sedikit di atas  umat&lt;br /&gt;Nuh.  Karena  itu, pemaparan tentang tauhid yang dikemukakan&lt;br /&gt;oleh   Hud   a.s.   disertai   dengan   peringatan   tentang&lt;br /&gt;nikmat-nikmat  Allah  yang  mereka dapatkan. Dalam rangkaian&lt;br /&gt;ayat-ayat yang mengingatkan mereka akan keesaan  Allah,  Hud&lt;br /&gt;mengingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ingatlah  (nikmat  Allah)  oleh  kamu sekalian ketika Allah&lt;br /&gt;menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang  berkuasa)&lt;br /&gt;sesudah  lenyapnya  kaum  Nuh; dan Tuhan melebihkan kekuatan&lt;br /&gt;tubuh dan perawakanmu (daripada  kaum  Nuh),  maka  ingatlah&lt;br /&gt;nikmat-nikmat  Allah  supaya kamu mendapat keberuntungan (QS&lt;br /&gt;Al-A'raf [7]:  69,  dan  juga  dalam  QS  Al-Syu'ara'  [26]:&lt;br /&gt;123-140)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shaleh yang datang sesudah Nabi Hud a.s. lebih luas dan&lt;br /&gt;rinci penjelasannya, karena wawasan umatnya lebih luas pula.&lt;br /&gt;Mereka misalnya diingatkan tentang asal kejadian mereka dari&lt;br /&gt;tanah atau tugas mereka memakmurkan bumi (QS Hud [11]: 61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal yang mampu mencerna dapat memahami bahwa asal  kejadian&lt;br /&gt;manusia  berasal  dari  tanah  -dalam arti bahwa sperma yang&lt;br /&gt;dituangkan  ke  rahim  istri  berasal  dari   makanan   yang&lt;br /&gt;dihasilkan  oleh bumi. Manusia yang memiliki akal yang dapat&lt;br /&gt;mencerna ini  atau  walau  hanya  memahaminya  secara  umum,&lt;br /&gt;pastilah  lebih  mampu  dari  mereka yang sekadar dipaparkan&lt;br /&gt;kepadanya nikmat-nikmat Ilahi, sebagaimana halnya  kaum  Hud&lt;br /&gt;dan Nuh- Di samping itu ada bukti lain yang dikemukakan Nabi&lt;br /&gt;Shaleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kepada Tsamud (Kami mengutus)  saudara  mereka  Shaleh.&lt;br /&gt;Dia  berkata,  'Wahai  kaumku  sembahlah  Allah, sekali-kali&lt;br /&gt;tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang&lt;br /&gt;bukti  yang  sangat  nyata  kepadamu;  unta betina Allah ini&lt;br /&gt;sebagai bukti untuk kamu ...'" (QS Al-A'raf [7]: 73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba masa Syu'aib, ajakan dakwahnya lebih luas  lagi,&lt;br /&gt;melampaui batas yang disinggung oleh ketiga Nabi sebelumnya.&lt;br /&gt;Kali  ini  ajaran  tauhid  tidak   saja   dikaitkan   dengan&lt;br /&gt;bukti-bukti,  tetapi  juga  dirangkaikan  dengan hukum-hukum&lt;br /&gt;syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kepada penduduk Madyan (Kami mengutus)  saudara  mereka&lt;br /&gt;Syu'aib.   Ia   berkata,   'Hai   kaumku,  sembahlah  Allah,&lt;br /&gt;sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.  Sesungguhnya&lt;br /&gt;telah  datang  kepadamu  bukti  yang nyata dan Tuhanmu. Maka&lt;br /&gt;sempurnakanlah takaran dan  timbangan,  dan  janganlah  kamu&lt;br /&gt;kurangkan    bagi    manusia   barang-barang   takaran   dan&lt;br /&gt;timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan  di  bumi&lt;br /&gt;sesudah  Tuhan  memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik&lt;br /&gt;bagimu, jika kamu  benar-benar  orang  yang  beriman.'"  (QS&lt;br /&gt;Al-A'raf [7]: 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat  ini  bahkan  menggugah  jiwa dan menuntut mereka untuk&lt;br /&gt;membangun satu masyarakat yang penuh dengan  kemakmuran  dan&lt;br /&gt;keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  itu,  datang  ajakan  Nabi  Ibrahim, yang merupakan&lt;br /&gt;periode baru dari tuntunan tentang Ketuhanan Yang Maha  Esa.&lt;br /&gt;Nabi  Ibrahim a.s. dikenal sebagai "Bapak Para Nabi," "Bapak&lt;br /&gt;Monoteisme,"  serta  "Proklamator  Keadilan  Ilahi"   karena&lt;br /&gt;agama-agama  samawi terbesar dewasa ini merujuk kepada agama&lt;br /&gt;beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim a.s.  menemukan  dan  membina  keyakinannya  melalui&lt;br /&gt;pencarian    dan   pengalaman-pengalaman   keruhanian   yang&lt;br /&gt;dilaluinya dan hal ini -secara Qurani- terbukti  bukan  saja&lt;br /&gt;dalam  penemuannya tentang keesaan Tuhan seru sekalian alam,&lt;br /&gt;sebagaimana diuraikan dalam surat Al-An'am ayat  75,  tetapi&lt;br /&gt;juga dalam keyakinan tentang hari kebangkitan. Menarik untuk&lt;br /&gt;diketahui bahwa beliaulah  satu-satunya  Nabi  yang  disebut&lt;br /&gt;Al-Quran bermohon kepada Allah untuk diperlihatkan bagaimana&lt;br /&gt;cara-Nya menghidupkan yang mati, dan permintaan  beliau  itu&lt;br /&gt;dikabulkan Allah (QS Al-Baqarah [2]: 260)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para  ilmuwan seringkali berbicara tentang penemuan-penemuan&lt;br /&gt;manusia yang  mempengaruhi  atau  bahkan  mengubah  jalannya&lt;br /&gt;sejarah kemanusiaan. Tetapi, seperti ditulis Abbas Al-'Aqqad&lt;br /&gt;dalam Abu Al-Anbiyya': "Penemuan yang dikaitkan dengan  Nabi&lt;br /&gt;Ibrahim  a.s.  merupakan penemuan manusia yang terbesar, dan&lt;br /&gt;yang tidak dapat diabaikan oleh para ilmuwan atau sejarawan.&lt;br /&gt;Ia  tidak  dapat  dibandingkan  dengan  penemuan  roda, api,&lt;br /&gt;listrik,  atau  rahasia-rahasia  atom  -betapapun   besarnya&lt;br /&gt;pengaruh penemuan-penemuan tersebut- yang semua itu dikuasai&lt;br /&gt;oleh manusia.  Penemuan  Ibrahim  menguasai  jiwa  dan  raga&lt;br /&gt;manusia.   Penemuan  Ibrahim menjadikan manusia yang tadinya&lt;br /&gt;tunduk kepada  alam  menjadi  mampu  menguasai  alam,  serta&lt;br /&gt;menilai baik buruknya.  Penemuan manusia dapat menjadikannya&lt;br /&gt;berlaku sewenang-wenang,  tetapi  kesewenangan-wenangan  ini&lt;br /&gt;tidak  mungkin  dilakukannya  selama  penemuan  Ibrahim a.s.&lt;br /&gt;tetap menghiasi jiwanya.  Penemuan tersebut berkaitan dengan&lt;br /&gt;apa   yang   diketahui   dan   tidak-diketahuinya  berkaitan&lt;br /&gt;kedudukannya  sebagai  makhluk,  dan  hubungan  makhluk  ini&lt;br /&gt;dengan Tuhan, alam raya, dan makhluk-makhluk sesamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung 2/4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAWASAN AL-QURAN&lt;br /&gt;Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat&lt;br /&gt;Dr. M. Quraish Shihab, M.A.&lt;br /&gt;Penerbit Mizan&lt;br /&gt;Jln. Yodkali No.16, Bandung 40124&lt;br /&gt;Telp. (022) 700931  Fax. (022) 707038&lt;br /&gt;mailto:mizan@ibm.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-7008664884005898464?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.cctvbali.co.cc' title='TUHAN ( Bagian 1)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/7008664884005898464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/tuhan-bagian-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/7008664884005898464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/7008664884005898464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/tuhan-bagian-1.html' title='TUHAN ( Bagian 1)'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Svq4uIEQ3rI/AAAAAAAAAKQ/Ij4BwArXhqw/s72-c/1071509_quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-5413476821213739530</id><published>2009-11-05T22:38:00.002+07:00</published><updated>2009-11-05T22:40:55.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><title type='text'>SEBUAH RENUNGAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SvLx-RnTchI/AAAAAAAAAJ4/yPnPyDIWelo/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SvLx-RnTchI/AAAAAAAAAJ4/yPnPyDIWelo/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Allah Swt berfirman yang artinya :"Hai manusia telah dibuat perumpamaan,maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu,sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-sekali tidak dapat mendapatkan seekor lalatpun.walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya,dan jika lalat itu merampas sesuatu darimereka,tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu,amat lemahlah yang menyembah,dan amat lemah (pulalah) yang disembah,mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya,Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha Perkasa"&lt;br /&gt;QS.Al Hajj:73-74&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh manusia tidak mampu untuk mengembalikan sesuatu yang telah diambil oleh lalat,seekor lalat ketika ia mengambil sesuatu,maka air liurnya langsung merubah materi yang ia ambil itu menjadi sesuatu yang tidak mungkin dikembalikan...Allaahu Akbar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-5413476821213739530?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/5413476821213739530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/sebuah-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/5413476821213739530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/5413476821213739530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/sebuah-renungan.html' title='SEBUAH RENUNGAN'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SvLx-RnTchI/AAAAAAAAAJ4/yPnPyDIWelo/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-1046104229697645585</id><published>2009-11-01T02:51:00.005+07:00</published><updated>2009-11-10T09:40:57.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAFSIR AL&apos;QURAN'/><title type='text'>KARAKTERISTIK TUK MERAIH KEBAHAGIAAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1dvpYdpUI/AAAAAAAAAJg/vWMEI9GgPpk/s1600-h/islam-qa.com.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1dvpYdpUI/AAAAAAAAAJg/vWMEI9GgPpk/s320/islam-qa.com.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;( Tafsir surat al-‘ashr )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Syekh Dr. Muhammad bin Musa Alu Nashr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah: Abu Ahmad Fuad Hamzah Baraba’,Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الله تعالى: ( والعصر(1) إنّ الإنسان لفي خسر(2) إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحقّ وتواصوا بالصبر(3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah تعالى berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Masa(1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian(2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran(3). (Qs. Al-Ash r: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya surat al-‘ashr merupakan surat yang agung. Dia adalah mukjizat, ringkas lafazhnya akan tetapi mengandung banyak makna. Mencakup sebab-sebab kebahagiaan, dan kemuliaan, serta memperingatkan akan sebab-sebab kesengsaraan. Kalau seandainya ada orang yang paling fasih sekalipun jika ingin menjelaskan sebab-sebab kebahagiaan dan sebab-sebab kesengsaraan niscaya akan membutuhkan berjilid-jilid buku untuk menjelaskannya,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;bahkan itupun masih belum bisa menjelaskan semuanya. Akan tetapi kalamullah tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang, dan tidak akan mampu baik jin ataupun manusia untuk membuat satu surat semisal dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya surat ini pendek ayatnya akan tetapi mengandung banyak makna, didalamnya menghimpun kebaikan dunia dan akhirat. Barang siapa yang mengamalkannya maka dia akan sukses dan beruntung, dan barang siapa yang meninggalkannya dia akan merugi. Imam Asy-syafi’i رحمه الله berkata: “kalau seandainya Allah tidak menurunkan hujjah kecuali surat ini kepada hamba-hambanya, niscaya sudah cukup bagi mereka”. Dan surat al-‘ashr ini dibagi untuk hamba dan Rabbnya. Setengah pertama yaitu: Iman dan amal shaleh dimana ini untuk Allah dari hambanya, dan setengah yang kedua yaitu: Saling menasihati dalam kebenaran dan sabar diatasnya, ini antara hamba dan saudara-saudaranya. Allah membuka surat ini dengan sumpah, ini merupakan suatu bukti akan penting dan agungnya sesuatu yang dijadikan sumpah ataupun tidak, akan tetapi Allah bersumpah kapan saja Dia kehendaki, dan bagaimana Dia kehendaki, serta dengan apa saja yang Dia kehendaki. Allah telah bersumpah dengan الضحى ) ( waktu dhuha, (( الطور gunung sinai, ( النجم ) bintang. ( العاديات ) kuda perang yang berlari kencang, dan sumpah yang seperti itu banyak didalam al-qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Bolehkah serang makhluk bersumpah dengan selain Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak; berdasarkan keumuman dalil baik dari al-qur’an maupun as-sunnah yang memperingatkan dan melarang untuk bersumpah dengan selain Allah, sebagaimana yang terdapat dalam hadits bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ( من حلف بغير الله فقد أشرك ) “Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah sungguh dia telah berbuat syirik”, sebagaimana dalam shahih al-jami’ no:(6204). Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه berkata: “seandainya aku bersumpah dengan nama Allah secara dusta lebih aku sukai dari pada bersumpah dengan selain Allah walaupun benar, karena barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah, sungguh dia telah berbuat syirik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa (العصر ) adalah masa atau zaman, ada yang mengatakan bahwasanya Allah bersumpah dengan masa karena terdapat ‘ibroh bagi orang yang memperhatikan, juga didalam masa itu Allah mengatur segala urusan dan menentukan takdir-takdir, serta memuliakan orang-orang yang taat kepadaNya, dan menghinakan orang-orang yang suka berbuat maksiat. (العصر ) merupakan zaman untuk memperoleh keuntungan dan amal shaleh bagi orang yang beriman, dan sebagai kesengsaraan bagi pelaku maksiat dan orang yang berpaling dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lain berpendapat: bahwasanya (العصر ) adalah waktu sholat asar. Pendapat lain mengatakan: maknanya adalah Rabb penguasa zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapula yang berpendapat: (العصر ) adalah akhir waktu siang. Juga masih banyak pendapat-pendapat lainnya. Adapun yang paling dekat dengan kebenaran adalah pendapat yang pertama, karena masa adalah modal bagi manusia, dan waktu yang telah berlalu dari umurnya, dan tidak akan pernah kembali untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia berharap untuk bisa kembali kedunia, akan tetapi ini merupakan sesuatu yang mustahil… ( Dia berkata: “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku kedunia (99) Agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak! sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.”(Qs. Al-Mu’minun : 99-100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Masih عليه السلام berkata: Siang dan malam itu bagaikan lemari, maka lihatlah apa yang kau letakkan didalamnya. Dari Hasan Al-basri berkata: hari ini adalah tamu bagimu, dan dia akan pergi baik memuji atau mencelamu, adapun orang yang lalai adalah orang yang menyia-nyiakan umurnya tanpa ada manfaat dan amal shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:( كل الناس يغدو, فبائع نفسه, فمعتقها أو موبقها ) “Semua orang bekerja sampai ada yang menjual dirinya, sehingga dia menjadi merdeka atau malah celaka” ( H.R Muslim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas seorang muslim adalah mempelajari al-qur’an dan ilmu yang bermanfaat, berziarah kemasjid al-haram dan masjid Nabawi, menunaikan ibadah umroh, menyambung silaturohim, mempelajari profesi yang terhormat, rekreasi dan permainan yang diperbolehkan. Serta berhati-hati dari siaran televisi dan internet (yang berbahaya) dan mengambil manfaat darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Siapakah yang dimaksud dengan (الإنسان) dalam surat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berpendapat: yang dimaksud adalah orang kafir, dengan alasan pengecualian orang-orang mukmin. Pendapat lain mengatakan: Itu adalah Abu Jahal. Pendapat lainnya: Itu adalah nama jenis (jenis manusia) dan inilah yang paling benar, karena semua manusia dalam keadaan merugi,kecuali orang-orang yang memiliki empat kriteria, yaitu: Iman, amal shaleh, saling menasihati dalam kebenaran dan mendakwahkannya, serta saling menasihati dalam kesabaran dan konsisten di atasnya. Empat kriteria inilah yang dihimpun dalam surat yang penuh barokah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Apa yang dimaksud dengan Iman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman menurut bahasa adalah pembenaran yang mantap, Allah تعالى berfirman:”dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami”.(Qs.Yusuf : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut ahlu sunnah waljamaah: Iman adalah pengucapan dengan lisan, dan pembenaran dengan hati serta pengamalan dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø إقرار باللسان : yaitu persaksian bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak untuk diibadahi secara benar kecuali Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, yang mencakup makna tiga macam tauhid;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tauhid Rububiyah yaitu: mentauhidkan Allah dalam hal perbuatanNya, seperti menciptakan, memberi rizki,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghidupkan dan mematikan. Tauhid ini telah diyakini oleh kaum musyrikin zaman dahulu sebagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam firman Allah تعالى : “ dan jika engkau bertanya kepada mereka ,siapakah yang menciptakan mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;niscaya mereka menjawab, Allah;”(Qs. Az-zukhruf : 87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tauhid Uluhiyah yaitu: mentauhidkan Allah dalam ibadah para hambanya (mentauhidkan Allah dalam hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah); seperti: menyembelih, nadzar, doa, istianah, inabah (kembali kepada Allah) dimana dalil-dalil yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjelaskan macam-macam ibadah ini banyak didalam al-qur’an dan as-sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tauhid Asma dan sifat yaitu: menetapkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi diriNya, dan ditetapkan pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh rasulNya Shalallahu ‘alaihi wasallam, berupa sifat-sifat yang sempurna dengan mensucikan dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyerupaan kepada makhluknya, dan meniadakan apa yang telah ditiadakan Allah bagi diriNya, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditiadakan pula oleh rasulNya, sebagaimana firman Allah تعالى : “Tiada sesuatupun yang serupa dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia. Dan Dia maha mendengar, maha melihat”.(Qs.Asy-syura : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø تصديق بالجنان : yaitu pembenaran dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø عمل بالأركان : yaitu mengamalkan dengan perbuatan anggota tubuh, karena amal adalah satu kesatuan yang tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat dipisahkan dari keimanan, karena keimanan dapat bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan perbuatan maksiat, sebagaimana iman dan amal shaleh itu selalu digabungkan dalam al-qur’an. Allah تعالى berfiman: “dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka bertambah (kuat) imannya”.(Qs.Al-anfaal : 2). dan amal itu tidak akan menjadi sholeh kecuali jika amalan itu baik, dan tidak akan menjadi baik kecuali terpenuhi dua syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1).Amalan itu ikhlas mengharap wajah Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2).Amalan itu sesuai petunjuk Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini sesuai dengan firman Allah تعالى : “Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatupun dalam beribadah kepada Tuhannya”.(Qs. Al-kahf : 110). Maka seyogyanya bagi setiap muslim untuk selalu berusaha ittiba’ dan berhati-hati dari perbuatan bid’ah. Ittiba’ yaitu: dengan cara beramal sesuai dengan kitab dan sunnah dan apa-apa yang telah didahului oleh generasi terdahulu umat ini, baik dari segi keyakinan ataupun amal shaleh, serta mengikuti sebaik-baik generasi yang telah dipersaksikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dengan kebaikan, sebagaimana sabdanya: ”sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang yang sesudahnya, kemudian orang-orang yang sesudahnya”. Dan juga sabda Beliau: ”ikutilah oleh kalian sunnahku dan sunnahnya khulafa ar-rosyidin yang mendapatkan petunjuk sesudahku, pegang teguhlah sunnah itu dengan kuat, dan tinggalkanlah olehmu perkara-perkara baru dalam agama”…dst. Adapun perbuatan bid’ah yaitu: mendekatkan diri kepada Allah تعالى dengan amalan-amalan yang tidak dicontohkan oleh al-qur’an ataupun sunnah Rasulullah, dan juga tidak pernah dikerjakan oleh para sahabat beliau, seperti kebanyakan bid’ah-bid’ah yang diada-adakan oleh manusia dizaman ini. Oleh karena itu Nabi عليه السلام bersabda: ”setiap perbuatan bid’ah itu sesat, dan setiap kesesatan itu akan masuk neraka”. Dan juga sabdanya: ”barang siapa yang beramal dengan amalan yang tidak ada contohnya dariku maka akan tertolak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Saling menasihati dalan kebenaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran lawan dari kebatilan, setiap apa saja yang berasal dari Allah maka itu sesuatu yang haq, dan apa-apa yang menyelisihi syariatNya maka itu sesuatu yang batil, Allah تعالى berfirman: “dan katakanlah “kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap”.(Qs. Al-israa : 81).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud saling menasihati dalam kebenaran adalah dakwah kepada Allah dan menyampaikan syariat-syariatNya serta beramar ma’ruf nahi mungkar, ini merupakan tugas umat islam, bukan umat-umat yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah تعالى berfirman: ”kamu umat islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Qs.Ali Imran : 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab dakwah pada umat-umat terdahulu tergantung pada para Nabinya, dan tatkala Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengutus nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sebagai penutup para nabi, yang mengharuskan kesinambungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwah sesudahnya, karena tidak ada nabi setelahnya yang akan membawa tanggung jawab dakwah kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;umatnya secara umum, maka kewjiban dakwah itu menjadi tanggung jawab para ulama dan umaro secara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;khusus, sebagaimana firman Allah تعالى : “dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar”.(Qs. Ali Imran : 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga firmanNya: “dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi kemedan perang,mengapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian dari setiap golongan diantara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama dan untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberi peringatan kepada kaumnya apbila telah kembali,agar mereka menjaga dirinya”.(Qs.At-Taubah:122).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menasihati itu butuh peran serta dan andil seluruh lapisan masyarakat, seorang ibu, atau guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hendaknya menasihati anak dan muridnya, pemimpin menasihati rakyatnya, seorang wanita menasihati wanita-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanita lainya, yang ‘alim menasihati yang awam, demikian juga satu dengan yang lainnya saling nasihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menasihati dengan keimanan dan amal shaleh. Dan setiap individu menyeru kepada kebajikan serta beramar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ma’ruf nahi mungkar sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Saling menasihati dalam kesabaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan jalan dakwah kepada Allah dan amar ma’ruf nahi mungkar merupakan jalan yang sulit dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penuh rintangan, bukan jalan yang mudah yang berhiaskan bunga harum semerbak. Oleh karena itu wajib bagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para dai untuk tetap bersabar dalam dakwahnya dan meneladani para nabi dan dai disetiap masa. Ali bin Abi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalib menghatakan: “sabar didalam agama seperti kepala pada tubuh kita”. Imam Ahmad berkata: “kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendapatkan baiknya urusan kita dengan bersabar”. Bahkan para nabipun ditimpa berbagai macam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ujian, siksaan, bencana dan pengusiran dari kaumnya,diawali nabi Nuh عليه السلام dan diakhiri nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad صلى الله عليه وسلم , dan Allah menetapkan hati Mereka sebagaimana firmannya: “maka bersabarlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkau Muhammad sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati”.(Qs. Al-ahqaf : 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah contohkan kepada kita perumpamaan yang tinggi dalam kesabaran dan keteguhan hati mereka diatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebenaran, dan dalam menaggung beban berat dijalan Allah dalam rangka mengharapkan ridhoNya, agar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seruan Allah itu menjadi tinggi dan seruan orang-orang kafir itu menjadi rendah, yang mana Allah تعالى سبحانه و&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah menjelaskan balasan bagi orang-orang yang sabar dalam firmanNya: “hanya orang-orang yang sabarlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang disempurnakan pahalanya tanpa batas”.(Qs. Az-zumar : 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah menanggung berbagai macam penderitaan dengan penuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesasbaran, dalam rangka menyebarluaskan dakwah islamiyah, seperti; khobab, bilal, abu dzar, yasir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumayyah, dan yang lainnya. Sejarah salaf as-sholih penuh dengan pengorbanan dan kesabaran diatas dakwah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalaulah bukan karena kesabaran dan kegigihan perjuangan mereka, tidak akan tegak agama Allah dimuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bumi ini, kita hanyalah satu kebaikan dari kebaikan-kebaikan perjuangan mereka, oleh karena itu hendaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para dai dizaman ini untuk tetap menjadikan sabar dan teguh diatas dakwah sebagai mottonya, SSkarena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat, dan kesudahan yang baik hanya bagi orang-orang yang bertaqwa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-1046104229697645585?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.uangpanas.com/?id=kartiko' title='KARAKTERISTIK TUK MERAIH KEBAHAGIAAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/1046104229697645585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/karakteristik-tuk-meraih-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/1046104229697645585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/1046104229697645585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/11/karakteristik-tuk-meraih-kebahagiaan.html' title='KARAKTERISTIK TUK MERAIH KEBAHAGIAAN'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1dvpYdpUI/AAAAAAAAAJg/vWMEI9GgPpk/s72-c/islam-qa.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-3456919069429792946</id><published>2009-10-28T18:20:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T21:13:17.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH'/><title type='text'>Syukur Mengubah Hidup Anda</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1eI46nq2I/AAAAAAAAAJo/8eYgvgbA32o/s1600-h/muslimorid.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1eI46nq2I/AAAAAAAAAJo/8eYgvgbA32o/s320/muslimorid.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Syukur Mengubah Hidup Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur, suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Allah telah menjamin dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut. Sudahkan Anda bersyukur? Sudahkah Anda merasakan tambahan nikmat atas syukur Anda? Apakah Anda ingin mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi? Lupakan mengeluh, mulailah perbanyak syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua manfaat besar dari bersyukur. Kedua manfaat ini akan mengubah hidup kita jika kita mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pahala dari Allah. Jelas, bersyukur adalah perintah Allah, kita akan mendapatkan pahala jika kita bersyukur dengan ikhlas.&lt;br /&gt;2. Menciptakan Feeling Good. Dengan bersyukur akan membuat kita lebih bahagia. Perasaan kita menjadi lebih enak dan nyaman dengan bersyukur. Bagaimana tidak, pikiran kita akan fokus pada berbagai kebaikan yang kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa manfaat Feeling Good?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jika Anda yang percaya dengan Hukum Daya Tarik (law of attraction), feeling good akan meningkatkan kekuatan Anda menarik apa yang Anda inginkan. Kekuatan hukum ini akan sebanding dengan keyakinan dan perasaan positif. Sementara semakin banyak kita bersyukur, akan semakin banyak perasaan positif pada diri kita.&lt;br /&gt;* Motivasi akan muncul dari kondisi emosi yang positif (dibahas lebih lanjut pada ebook saya Motivasi Diri). Sementara bersyukur akan menciptakan emosi yang positif karena kita fokus apda hal-hal yang positif. Semakin banyak Anda bersyukur akan semakin besar motivasi yang Anda miliki.&lt;br /&gt;* Bersyukur akan membentuk pola pikir sukses. Pola pikir sukses adalah keyakinan dalam mendapatkan. Saat kita bersyukur, maka pikiran kita secara tidak sadar diberikan suatu “pola” mendapatkan, sehingga akan terbentuk pola sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat ketiga manfaat dari feeling good, kita bisa menyimpulkan bahwa feeling good adalah mungkin menjadi salah satu cara Allah memberikan nikmat tambahan kepada kita. Jika orang baru ribut dengan manfaat syukur pada kahir-akhir ini, Al Quran sudah 14 abad yang lalu. Sungguh suatu nikmat Allah yang diberikan kepada kita, sayang jika kita mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Meningkatkan Syukur&lt;br /&gt;Saya yakin, Anda yang mau membaca artikel ini adalah orang-orang yang pandai bersyukur. Namun bukan berarti kita tidak perlu meningkatkan. Setinggi apa pun Anda menjadi hamba yang bersyukur, Anda masih tetap perlu meningkatkan syukur Anda. Jika Anda baru bersyukur saat menambatkan nikmat berupa materi, ini adalah baru tahap awal menjadi hamba yang pandai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Untuk meningkatkan rasa bersyukur, kita harus lebih jeli dan peka terhadap berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Kurangnya kepekaan terhadap nikmat Allah akan mengurangi syukur kita, sebab kita merasa tidak ada yang perlu disyukuri lagi. Meningkatkan kepekaan bisa dilakukan dengan melakukan perenungan terhadap apa yang terjadi pada hidup kita sehari-hari. Luangkan waktu Anda setiap hari untuk merenungkan nikmat setiap harinya.&lt;br /&gt;* Setiap saat, kita mendapatkan nikmat baru. Satu detik waktu berlalu berarti kita mendapatkan nikmat hidup selama satu detik. Nafas kita, penglihatan kita, penciuman kita, detak jantung kita dan sebagainya yang tidak mungkin disebutkan disini.&lt;br /&gt;* Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, baik kejadian pad diri sendiri maupun orang lain. Sementara setiap saat selalu ada kejadian, berarti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Sementara hikmah adalah suatu nikmat. Syukurilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita bersyukur hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Rahmat Motivasi Islami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-3456919069429792946?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.motivasiislami.com' title='Syukur Mengubah Hidup Anda'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/3456919069429792946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/syukur-mengubah-hidup-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/3456919069429792946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/3456919069429792946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/syukur-mengubah-hidup-anda.html' title='Syukur Mengubah Hidup Anda'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1eI46nq2I/AAAAAAAAAJo/8eYgvgbA32o/s72-c/muslimorid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-5816834752592210878</id><published>2009-10-27T07:46:00.003+07:00</published><updated>2009-11-01T17:10:07.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari'/><title type='text'>Mari Kendalikan Lidah Kita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1edFG--pI/AAAAAAAAAJw/bpK0PL-eX1Q/s1600-h/banner-al-islam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1edFG--pI/AAAAAAAAAJw/bpK0PL-eX1Q/s320/banner-al-islam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah adalah anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Sesungguhnya lidah adalah penterjemah hati dan pengungkap isi hati. Oleh karena itulah setelah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan istiqomah, beliau mewasiatkan untuk menjaga lisan. Dan lurusnya lidah itu berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang. Di dalam Musnad imam Ahmad dari Anas bin Malik , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk sorga. (HR. Ahmad, no. 12636, dihasankan oleh syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 3/13)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam Tirmidzi (no. 2407) dari Abu Sa’id Al-Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak Adam memasuki pagi hari sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lesan: “Taqwalah kepada Alloh di dalam menjaga hak-hak kami, sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. Jika engkau istiqomah, maka kami juga istiqomah, jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk), kami juga menyimpang. (HR. Tirmidzi, no. 2407; dihasankan oleh syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 3/17, no. 1521) (Jami’ul ‘Uluum wal Hikam, 1/511-512)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah sepantasnya seorang mukmin menjaga lidahnya. Tahukah anda jaminan bagi orang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, niscaya aku menjamin sorga baginya. (HR. Bukhari, no. 6474; Tirmidzi, no. 2408; lafazh bagi Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menjelaskan bahwa menjaga lidah merupakan keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata: “Aku bertanya, wahai Rasulallah, apakah sebab keselamatan?” Beliau menjawab: “Kuasailah lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu, dan tangisilah kesalahanmu”. (HR. Tirmidzi, no.2406)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu janganlah engkau berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikanmu, betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan, dan hendaklah engkau menyesali kesalahanmu dengan cara menangis. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata: “Ketahuilah, sepantasnya bagi setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan, kecuali perkataan yang jelas mash-lahat padanya. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama mash-lahatnya, maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yangharam atau makruh. Bahkan ini banyak atau dominan pada kebiasaan. Sedangkan keselamatan itu tiada bandingannya. Telah diriwayatkan kepada kami di dalam dua Shahih, Al-Bukhari (no. 6475) dan Muslim (no. 47), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan: hadits yang disepakati shahihnya ini merupakan nash yang jelas bahwa sepantasnya seseorang tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan, yaitu yang nampak mash-lahatnya. Jika dia ragu-ragu tentang timbulnya mash-lahat, maka dia tidak berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan imam Asy-Syafi’i telah berkata: “Jika seseorang menghendaki berbicara, maka sebelum dia berbiacra hendaklah berfiikir, jika nampak jelas mash-lahatnya dia berbicara, dan jika dia ragu-ragu, maka dia tidak berbicara sampai jelas mash-lahatnya”. *)*)[Al-Adzkaar, 2/713-714, karya imam An-Nawawi, tahqiiq dan takhriij syaikh Salim Al-Hilaali, penerbit Dar Ibni Hazm, cet. 2, th. 1425 H / 2004 M]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu bahwa lidah merupakan alat yang mengungkapkan isi hati. Jika anda ingin mengetahui isi hati seseorang, maka perhatikanlah gerakan lidahnya, isi pembicaraannya, hal itu akan memberitahukan isi hatinya, baik orang tersebut mau atau enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Yahya bin Mu’adz berkata: “Hati itu seperti periuk yang mendidih dengan isinya, sedangkan lidah itu adalah gayungnya. Maka perhatikanlah seseorang ketika berbicara, karena sesungguhnya lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya, manis, pahit, tawar, asin, dan lainnya. Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya”. *)*)[Hilyatul Au'iyaa', 10/63, dinukil dari Aafaatul Lisaan fii Dhauil Kitab was Sunnah, hlm, 159, karya Dr. Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKATAAN PARA SALAF TENTANG HIFZHUL LISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya para Salaf dahulu biasa menjaga dan menghisab lidahnya dengan baik. Dan diriwayatkan dari mereka perkataan-perkataan yang bagus berkaitan dengan lidah dan pembicaraan. Kami sampaikan di sini sebagiannya agar kita dapat memetik manfaat darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa ‘Umar bin Al-Khaththab berkata: “Barangsiapa banyak pembicaraannya, banyak pula tergelincirnya. Dan barangsiapa banyak tergelincirnya, banyak pula dosanya. Dan barangsiapa banyak dosa-dosanya, neraka lebih pantas baginya”. *)*)[Riwayat Al-Qudhai di dalam Musnad Asy-Syihab, no. 374; Ibnu Hibban di dalam Raudhatul 'Uqala', hlm. 44. Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz: 1, hlm: 339, karya Imam Ibnu Rojab, dengan penelitian Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrohim Bajis; penerbit Ar-Risalah; cet: 5; th: 1414 H/ 1994 M]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud pernah bersumpah dengan nama Allah, lalu mengatakan: “Tidak ada di muka bumi ini sesuatu yang lebih pantas terhadap lamanya penjara daripada lidah!” *)*)[Riwayat Ibnu Hibban di dalam Raudhatul 'Uqala', hlm. 48. Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz: 1, hlm. 340]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud berkata: “Jauhilah fudhuulul kalam (pembicaraan yang melebihi keperluan). Cukup bagi seseorang berbicara yang menyampaikan kebutuhannya”. *)*)[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz: 1, hlm. 339]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaqiq mengatakan: “‘Abdullah bin Mas’ud bertalbiyah di atas bukit Shofa, kemudian mengatakan: “Wahai lidah, katakanlah kebaikan niscaya engkau mendapatkan keberuntungan, diamlah niscaya engkau selamat, sebelum engaku menyesal”. Orang-orang bertanya: “Wahai Abu ‘Abdurrahman, ini adalah suatu perkataan yang engkau ucapkan sendiri, atau engkau dengar|?” Dia menjawab|: “Tidak, bahkan aku telah mendengar Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَكْثَرُ خَطَايَا إِبْنِ آدَمَ فِي لِسَانِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas kesalahan anak Adam adalah pada lidahnya. (HR. Thabarani, Ibnu ‘Asakir, dan lainnya. Lihat Silsilah Ash-Shahihah, no. 534)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Ibnu Buraidah mengatakan: “Aku melihat Ibnu ‘Abbas memegangi lidahnya sambil berkata “Celaka engkau, katakanlah kebaikan, engkau mendapatkan keberuntungan. Dimalah dari keburukan, niscaya engkau selamat. Jika tidak, ketahuilah bahwa engaku akan menyesal”. *)*)[Aafatul lisaan, hlm. 161]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa An-Nakhai berkata: “Manusia binasa pada fudhuulul maal (harta yang melebihi kebutuhan) dan fudhuulul kalam”. *)*)[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz: 1, hlm. 339]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa ada seseorang yang bermimpi bertemu dengan seorang ‘alim besar. Kemudian orang ‘alim itu ditanya tentang keadaannya, dia menjawab: “Aku diperiksa tentang satu kalimat yang dahulu aku ucapkan. Yaitu aku dahulu pernah mengatakan “Manusia sangat membutuhkan hujan!” Aku ditanya: “Tahukah engkau tahu bahwa Aku (Allah) lebih mengetahui terhadap mash-lahat hamba-hambaKu?” *)*)[Aafatul lisaan, hlm. 160-161]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa seorang Salaf mengatakan: “Seorang mukmin itu menyedikitkan omongan dan memperbanyak amalan. Adapun orang munafik, dia memperbanyak omongan dan menyedikitkan amalan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa seorang Salaf mengatakan: “Selama aku belum berbicara dengan satu kalimat, maka aku manguasainya. Namun jika aku telah mengucapkannya, maka kalimat itu menguasaiku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa seorang Salaf mengatakan: “Diam adalah ibadah tanpa kelelahan, keindahan tanpa perhiasan, kewibawaan tanpa kekuasaan, anda tidak perlu beralasan karenanya, dan dengannya aibmu tertutupi”. *)*)[Lihat Hashaaidul Alsun, hlm. 175-176]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah bahwa kita diperintahkan berbicara yang baik, dan diam dari keburukan. Jika berbicara hendaklah sesuai dengan keperluannya. Wallahul Musta’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASHAADIR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Aafaatul Lisaan fii Dhauil Kitab was Sunnah, karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Al-Adzkaar, karya imam An-Nawawi, tahqiiq dan takhriij syaikh Salim Al-Hilaali, penerbit Dar Ibni Hazm, cet. 2, th. 1425 H / 2004 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, karya Imam Ibnu Rojab, dengan penelitian Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrohim Bajis; penerbit Ar-Risalah; cet: 5; th: 1414 H/ 1994 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4- Hashaaidul Alsun, karya syaikh Husain Al-’Awaisyah, penerbit. Darul Hijrah. Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel oleh www.salafiyunpad.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-5816834752592210878?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/5816834752592210878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/mari-kendalikan-lidah-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/5816834752592210878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/5816834752592210878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/mari-kendalikan-lidah-kita.html' title='Mari Kendalikan Lidah Kita'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/Su1edFG--pI/AAAAAAAAAJw/bpK0PL-eX1Q/s72-c/banner-al-islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-6748510144105099812</id><published>2009-10-26T16:29:00.001+07:00</published><updated>2009-10-26T16:29:09.687+07:00</updated><title type='text'>New SpringWidget</title><content type='html'>&lt;!-- SpringWidgets | RSS Reader (#23) | Blogger | Generated on 10/26/2009 --&gt;&lt;object type="application/x-shockwave-flash" allowNetworking="all" allowScriptAccess="always" allowFullScreen="true" height="518" width="500" id="springwidgets_23" align="middle" data="http://downloads.thespringbox.com/web/wrapper.php?file=RSS Reader.sbw" codebase="http://fpdownload.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=8,0,0,0"&gt;&lt;param name="allowNetworking" value="all" /&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always" /&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true" /&gt;&lt;param name="movie" value="http://downloads.thespringbox.com/web/wrapper.php?file=RSS Reader.sbw" /&gt;&lt;param name="flashvars" value="param_param=http://feeds.feedburner.com/KumpulanSitusSunnah|http://feeds.feedburner.com/RSS-Website-Ilmiah-Islamiyah|http://www.islam-qa.com/rss/newfatwas.xml?ln=eng|http://rss.groups.yahoo.com/group/assunnah/rss|http://muslim.or.id/component/option,com_rss/Itemid,0/feed,RSS2.0/no_html,1/|http://ustadzkholid.wordpress.com/feed/|http://abusalma.wordpress.com/feed/|http://assunnahsurabaya.wordpress.com/feed|http://salafyitb.wordpress.com/feed&amp;param_style_borderColor=0x0066FF&amp;param_style_brandUrl=http://iboviking-putrabara.blogspot.com&amp;param_compactView=false&amp;param_blurbLength=512" /&gt;&lt;param name="quality" value="high" /&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent" /&gt;&lt;param name="bgColor" value="0x000000" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="font:11px/12px arial;width:500px;"&gt;&lt;a href="http://www.springwidgets.com/widgets/view/23/?param_param=http://feeds.feedburner.com/KumpulanSitusSunnah|http://feeds.feedburner.com/RSS-Website-Ilmiah-Islamiyah|http://www.islam-qa.com/rss/newfatwas.xml?ln=eng|http://rss.groups.yahoo.com/group/assunnah/rss|http://muslim.or.id/component/option,com_rss/Itemid,0/feed,RSS2.0/no_html,1/|http://ustadzkholid.wordpress.com/feed/|http://abusalma.wordpress.com/feed/|http://assunnahsurabaya.wordpress.com/feed|http://salafyitb.wordpress.com/feed&amp;param_style_borderColor=0x0066FF&amp;param_style_brandUrl=http://iboviking-putrabara.blogspot.com&amp;param_compactView=false&amp;param_blurbLength=512&amp;width=500&amp;height=518" target="_blank" title="Get this widget!"&gt;Get this widget!&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font:11px/12px arial;width:500px;"&gt;&lt;a href="http://cleaningupmylife.blogspot.com" target="_blank" title="Something Funny"&gt;Something Funny&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-6748510144105099812?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/6748510144105099812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/new-springwidget.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/6748510144105099812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/6748510144105099812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/new-springwidget.html' title='New SpringWidget'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-7465210309530898361</id><published>2009-10-25T17:35:00.002+07:00</published><updated>2009-11-10T09:41:31.647+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>JAGAN BERSEDIH SELAMA ANDA BERIMAN ALLAH</title><content type='html'>Keimanan adalah rahasia dibalik kerelaan,ketenangan dan rasa aman.sebaliknya kebingungan dan kesengsaraan selalu mengiringi kekufuran dan keraguan,sering saya melihat orang-orang pandai,bahkan jenius yang jiwa mereka hampa dari cahaya risalah.sehingga pernyataan-pernyataan mereka &lt;a href="http://www.uangpanas.com/?id=kartiko"&gt;terhadap hal-hal&lt;/a&gt; yang berhubungan dengan syariat sangat menyakitkan&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Abul A'la al,Ma'arri tentang syariah (semua yang ada hanyalah) pertentangan,dan kita hanya bisa diam.Sedangkan pendapat ar,Razi "puncak dari keberanian akal adalah keterbelengguan"&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Juwaini mengatakan "dia tidk tahu dimana Allah berada: Al Hammadani telah membuatku bingung,Al-Hammadani membuatku bingung.Al-hammadani membuatku bingung"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Sina berujar "sungguh,akal yang aktiflah yang akan berpengaruh di dunia ini"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Elia Abu Madhi berkata,"aku tak tahu dari mana aku datang,tapi aku datang,kulihat jejak-jejak membentuk jalan,lalu akupun berjalan."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi ungkapan-ungkapan lain yang memiliki makna serupa,bahkan banyak pula ungkapan kata dengan kadar kedekatan dan kejauhan yang berbeda terhadap kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ungkapan-ungkapan berikut sama artinya dengan ungkapan yang telah disebutkan diatas,yakni kata-kata sombong yang di ucapkan oleh &lt;a href="http://www.premaninternet.com/?ke=10568"&gt;Fir'aun &lt;/a&gt;sipelaku dosa besar. "&lt;i&gt;aku tidak mengetahui Rabb bagimu selain aku" (QS.Al-Qashash:38) seraya berkata ( akulah Rabb-mu yang paling tinggi"&lt;/i&gt; (QS-An-Nazi'at:24)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh sebuah kekufuran yang telah memporak-porandakan dunia,tentang pemikiran yang salah dan pengaruh yang ditimbulkannya Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(tetapi mereka menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-sekali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu,dan kamu telah menyangka dengan persangkaan buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa) (QS.Al-Fath:12)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman tentang tekad yang kuat dan pemikiran yang benar, ( &lt;i&gt;dan jika mereka mau berangkat,tentulah mereka akan menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu,tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka) &lt;/i&gt;(QS.At-Taubah:46).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam firmannya yang lain. ( &lt;i&gt;kalau kiranya Allah mengeyahuikebaikan ada pada mereka,entulah Allah akan menjadikan merekamendengar.&lt;/i&gt;) (QS.Al-Anfal:23)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(&lt;i&gt;maka Allah mengetahui apa yang ada dihati mereka,lalu dia turunkan ketenangan  atas mereka)&lt;/i&gt; (QS.Al-Fath:18)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-7465210309530898361?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/7465210309530898361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/jagan-bersedih-selama-anda-beriman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/7465210309530898361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/7465210309530898361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/jagan-bersedih-selama-anda-beriman.html' title='JAGAN BERSEDIH SELAMA ANDA BERIMAN ALLAH'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-3060718777747784253</id><published>2009-10-24T20:23:00.004+07:00</published><updated>2009-10-25T17:38:43.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mulailah aktifitas dengan basmallah'/><title type='text'>MULAILAH SEGALA  AKTIFITAS KITA DENGAN BASMALAH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SuMBefGLAoI/AAAAAAAAAHI/Yu5W9mNDXWw/s1600-h/bism017hkq7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SuMBefGLAoI/AAAAAAAAAHI/Yu5W9mNDXWw/s200/bism017hkq7.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mulailah segala aktifita kita denganmembaca Basmalah, yakni Bi Ism Allah Al-Rahman Al-Rahim,dengan mengucapkan ucapan ini,kita bukan sekedar mengharapkan "berkah" tetapi juga menghayati maknanya,sehingga dapat melahirkan sikap dan karya yang positif &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;i&gt;bi&lt;/i&gt; yang diterjemahkan "dengan" oleh para ulama dikaitkan dengan kata &lt;a href="http://www.cctvbali.co.cc/"&gt;memulai&lt;/a&gt; sehingga pengucap kata basmallah pada hakikatnya berkata "dengan (atau demi) Allah saya mulai (pekerjaan ini)"apabila anda menjadikan pekerjaan anda atas nama "demi" Allah,maka pekerjaan tersebut tidak akan mengakibatkan &lt;a href="http://www.asiabersama.com/?id=kartiko"&gt;kerugian &lt;br /&gt;&lt;/a&gt; pihak lain,karena ketika itu anda telah membentengi diri dan pekerjaan anda dari godaan nafsu serta ambisi pribadi.&lt;br /&gt;Kata &lt;i&gt;bi&lt;/i&gt; juga dikaitkan dengan "kekuasaan dan pertolongan" sehingga sipengucap menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukannya terlaksana atas kodrat (kekuasaan) Allah,ia memohon bantuannya agar pekerjaanya dapat terselesaikan dengan baik dan sempurna,dengan permohonan itu didalam jiwa si pengucap tertanam rasa kelemahan di hadapan Allah SWT,namun disaat yang sama tertanam pula kekuatan dan rasa percaya diri,dan optimisme karena ia merasa memperoleh bantuan dan kekuatan dari Allah sumber dari segala kekuatan.&lt;br /&gt;Apabila suatu pekerjaan dilakukan atas bantuan Allah maka pasti ia sempurna,indah,baik dan benar karena sifat-sifat Allah berbekas pada pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;Allah yang dimohonkan bantuaanya itu mempunyai sifa-sifat yang Maha Sempurna.&lt;br /&gt;Ucapkanlah Basmallah pada saat anda mulai menulis niscaya tulisan dan apa yang anda tulis akan menjadi indah dan benar,kasih sayang akan tercurah melalui pena dan kerta.&lt;br /&gt;Jadi  kesimpulannya dengan membaca Basmallah dalam setiap mmulai aktifitas,kita menyerahkan segala sesuatu nya dan memohon bantuan Allah,karena hanya Allah semata yang bisa memberi kita Rahmat,perlindungan dan &lt;a href="http://www.uangpanas.com/?id=kartiko"&gt;keberkahan.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-3060718777747784253?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/3060718777747784253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/mulailah-segala-aktifitas-kita-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/3060718777747784253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/3060718777747784253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/mulailah-segala-aktifitas-kita-dengan.html' title='MULAILAH SEGALA  AKTIFITAS KITA DENGAN BASMALAH'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SuMBefGLAoI/AAAAAAAAAHI/Yu5W9mNDXWw/s72-c/bism017hkq7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-5694205455299643619</id><published>2009-10-22T10:23:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T10:23:14.113+07:00</updated><title type='text'>http://islam-download.net/free-gratis-video-film-movie-islami.php</title><content type='html'>&lt;a href="http://islam-download.net/free-gratis-video-film-movie-islami.php"&gt;http://islam-download.net/free-gratis-video-film-movie-islami.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-5694205455299643619?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://islam-download.net/free-gratis-video-film-movie-islami.php' title='http://islam-download.net/free-gratis-video-film-movie-islami.php'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/5694205455299643619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/httpislam-downloadnetfree-gratis-video.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/5694205455299643619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/5694205455299643619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/httpislam-downloadnetfree-gratis-video.html' title='http://islam-download.net/free-gratis-video-film-movie-islami.php'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-4619485077119419886</id><published>2009-10-20T20:45:00.003+07:00</published><updated>2009-11-10T18:35:31.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jangan bersedih.'/><title type='text'>JANGAN BERSEDIH ATAS APA YANG MUNGKIN TERJADI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/St61_MmtguI/AAAAAAAAAF8/nAXMFt7qRtY/s1600-h/image-49.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/St61_MmtguI/AAAAAAAAAF8/nAXMFt7qRtY/s200/image-49.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dalam kitab Turat disebutkan bahwa kebanyakan hal yang ditakuti ternyata tidak pernah terjadi,ini berarti kekhawatiran manusia tidak pernah terjadi.Karena di dalam otak manusia itu lebih banyak khayalan daripada kabar kebenaran yang pasti terjadi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang penyair mengatakan "Aku berkata pada kalbuku,saat didera rasa takut yang mengejutkan"bergembiralah sebab kebanyakan hal yang engkau takuti adalah dusta".&lt;br /&gt;Artinya manakala sebuah peristiwa terjadi pada diri anda mendengar &lt;a href="http://www.asiabersama.com/?id=kartiko"&gt;ramalan&lt;/a&gt; tentang sebuah bencana dan musibah,anda tidak perlu resah,cemas dan ketakitan,serta bersedih,sebab berita-berita dan kemungkinan itu tidaklah benar,jika yang mampu mengubah takdir pastilah akan mencarinya,namun jika tidak maka tinggal bagaimana takdir itu harus anda &lt;a href="http://cctvbali.blogspot.com/"&gt;sikapi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Dan aku menyerahkan urusanki kepada Allah sesungguhnya Allah maha melihat akan hamba-hambanya,maka Allah memeliharnya dari kejahatn,tipu daya mereka)&lt;br /&gt;(QS-Al-Mu'Min:44-45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi janganlah anda percaya pada ramalan yang akan membuat anda ketakutan,sementara hal itu tidak akan pernah terjadi,kecuali atas kehendak Allah yang tidak akan pernah mampu di baca dan diramal oleh &lt;a href="http://www.uangpanas.com/?id=kartiko"&gt;manusia.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-4619485077119419886?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/4619485077119419886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/jangan-bersedih-atas-apa-yang-mungkin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/4619485077119419886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/4619485077119419886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/jangan-bersedih-atas-apa-yang-mungkin.html' title='JANGAN BERSEDIH ATAS APA YANG MUNGKIN TERJADI'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/St61_MmtguI/AAAAAAAAAF8/nAXMFt7qRtY/s72-c/image-49.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-2769175587195668035</id><published>2009-10-19T20:50:00.002+07:00</published><updated>2009-10-21T14:25:10.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADAKAH SAHABAT YANG SEJATI'/><title type='text'>ADAKAH SAHABAT YANG SEJATI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/St63PapivqI/AAAAAAAAAGE/-JI4O-tELC8/s1600-h/image_thumb%5B2%5D.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/St63PapivqI/AAAAAAAAAGE/-JI4O-tELC8/s320/image_thumb%5B2%5D.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketika kita tengah bergembira,suka cita dan banyak harta,banyak teman yang dengan suka cita datang kepada kita,menuruti semua kemauan dan perintah kita,tapi ketika kita sedang dirundung duka cita,kesedihan dan musibah,satu persatu teman menghilang&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda merasakan hal seperti itu dalam hidup anda,saya yakin anda pernah mengalaminya,ibarat gula kalau tidak lagi manis tentu semut-semut yang semula merubungi gula itu akan pergi menghindar mencari gula lain yang &lt;a href="http://www.asiabersama.com/?id=kartiko"&gt;lebih manis &lt;/a&gt;tentunya.&lt;br /&gt;Apa yang kita rasakan jika kita menghadapi kondisi seperti ini,saat kita butuh dukungan,motivasi dan mungkin bantuan materi tidak ada teman yang bersedia,sedih sekali bukan.?disini kita akan tahu seperti apa karakter sahabat yang sejati atau hanya teman &lt;a href="http://www.premaninternet.com/?ke=10568"&gt;suka cita&lt;/a&gt; saja.&lt;br /&gt;Teman yang sejati adalah teman yang selalu ada saat dalam suka dan duka,ibaratnya kapanpun kita butuhkan akan selalu ada buat kita,saat kita terpuruk,hancur lebur sahabat sejati akan selalu menjadi penyemangat dan motivator untuk &lt;a href="http://www.uangpanas.com/?id=kartiko"&gt;bangkit&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Tapi adakah bisa kita temui sahabat seperti itu di zaman seperti sekarang ini?sulit,tapi pasti ada,kuncinya adalah pada diri kita sendiri,bagaimana kita memperlakukan teman saat teman dan sahabat kita membutuhkan kita.&lt;br /&gt;Jika anda selalu ada buat mereka dalam suka dan duka,saya yakin teman andapun akan bersikap sama jika anda membutuhkannya..sahabat sejati adalah sahabat yang saling memberi dan menerima dengan tulus ikhlas,tanpa pamrih.saling mengingatkan dalam kebaikan dan keburukan,sahabat yang bisa jadi sahabat di dunia dan akhirat dan menurunkan persahabatan itu sampai kepada &lt;a href="http://cctvbali.blogspot.com/"&gt;anak cucu&lt;/a&gt; kita nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-2769175587195668035?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/2769175587195668035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/adakah-sahabat-yang-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2769175587195668035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2769175587195668035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/adakah-sahabat-yang-sejati.html' title='ADAKAH SAHABAT YANG SEJATI'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/St63PapivqI/AAAAAAAAAGE/-JI4O-tELC8/s72-c/image_thumb%5B2%5D.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-7854197387222165628</id><published>2009-10-18T21:24:00.001+07:00</published><updated>2009-10-18T21:26:10.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENGENDALIKAN EMOSI'/><title type='text'>MENGENDALIKAN EMOSI</title><content type='html'>Emosi dan perasaan akan bergolak dikarenakan 2 hal,yaitu kegembiraan yang memuncak dan musibah yang sangat berat.Dalam sebuah Hadist Rasullullah Saw bersabda " sesungguhnya aku melarang&amp;nbsp; ucapan yang bodoh lagi tercela,keluhan tatkala mendapat rahmat dan umpatan tatkala mendapat musibah.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah berfirman : Kami jelaskan (yang demikian itu ) supaya kamu berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu. QS.Al.Hadid:23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwsedihan dan kegembiraan keduanya dapat menyebabkan emosi yang berlebihan,kesedihan yang berat dapat membuat manusia terpuruk dan putus asa,mengumpat dan menyalahkan nasib,menggugat Allah dan jika tidak segera bisa mengendalikan maka kehancuran akan menimpanya.&lt;br /&gt;Sebaliknya kegembiraan yang berlebihan juga akan membuat manusia lupa diri,dia tidak sadar darimana kebahagian itu berasal..yang ada dia akan tertawa,mengepalkan tangannya,berteriak dalam uforia yang berlebihan,kadang manusia jika tengah mendapat anugrah kegembiraan suka lupa bersyukur kpada Allah Swt,sehingga kegembiraan yang datang dirayakan dengan cara yang salah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-7854197387222165628?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/7854197387222165628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/mengendalikan-emosi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/7854197387222165628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/7854197387222165628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/mengendalikan-emosi.html' title='MENGENDALIKAN EMOSI'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-3762679258602732101</id><published>2009-10-10T00:14:00.001+07:00</published><updated>2009-10-10T12:24:10.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sabar itu indah'/><title type='text'>SABAR ITU INDAH</title><content type='html'>Bersabar diri merupakan ciri orang-orang yang menghadapi berbagai kesulitan dengan lapang dada,dengan kesabaran dan tawakal.karena jika kita tidak bersabar maka apa yang bisa kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda punya cara lain selain bersabar?dan apakah anda mempunyai senjata lain selain bersabar&lt;br /&gt;Yups...tidak ada jalan lain kecuali bersabar menghadapi ujian Allah..bersabarlah sebagaimana orang-orang yang yakin akan datangnya kemudahan,mengetahui tempat kembali yang baik,mengharap pahal dan senang mengingkari kejahatan sebesar apapun besar permasalahan yang anda hadapi.tetaplah bersabar karena kemenangan itu akan datang bersama dengan kesabaran,jalan keluar datang bersama kesulitan dan dalam setiap kesulitan ada kemudahan.&lt;br /&gt;Banyak orang-orang besar dan terkenal akan kesuksesannya dalam kehidupan,ketika kita tahu bahwa kebesaranya,kesuksessanya ternyata adalah buah dari menjaga kesabaran,kita akan tertegun mendengar atau membaca kisah orang-orang sukses yang jatuh bangun,sampai pada akhirnya bisa tegak berdiri,kokoh laksana karang,semuanya karena mereka pandai menjaga kesabaran,dan tetap bersyukur meski &lt;a href="http://www.suryapromo.com/?id=kartiko"&gt;kesabaran&lt;/a&gt; mereka di uji.&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat mereka dapat melupakan kesedihan itu dan wajah mereka kembali berbinar menyorotkan cahaya kemenangan..apakah kita tidak ingin seperti &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;mereka?&lt;a href="http://cctvbali.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Kesimpulannya adalah bahwa kesabaran pasti berbuah kemenangan dan kebahagiaan dan ingat bahwa kesabaran dapat meningkatkan derajat ketakwaan kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-3762679258602732101?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/3762679258602732101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/sabar-itu-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/3762679258602732101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/3762679258602732101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/sabar-itu-indah.html' title='SABAR ITU INDAH'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2796502013398241454.post-2574789752516359491</id><published>2009-10-09T22:13:00.000+07:00</published><updated>2009-10-09T22:35:07.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biarkan masa depan datang sendiri'/><title type='text'>BIARKAN MASA DEPAN DATANG SENDIRI</title><content type='html'>Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi,hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan tidak dapat diraba dan tidak memiliki rasa dan warna,jika demikian mengapa kita harus menyibukan diri dengan hari esok.mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMRBOWO%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMRBOWO%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMRBOWO%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya,bukankah kita tidak tahu apakah kita bisa ketemu esok hari atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah pasti datangnya ketetapan Allah,maka janganlah kamu minta agar disegerakan (datang) nya.&lt;br /&gt;                                                                                                                     (QS.An-Nahl:1)&lt;br /&gt;yang jelas hari esok masih alam gaib dan belum pasti datanganya,tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya,sebab kita tidak pernah akan tahu akan sampai atau tidak kita keatas &lt;a href="http://www.uangpanas.com/?id=kartiko"&gt;jembatan itu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi kita akan terhenti langkahnya sebelum kita sampai kejembatan itu,atau mungkin jembatan itu telah lebih dulu runtuh dan hanyut terbawa air.&lt;br /&gt;Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah orang yang menyangka diri mereka akan kelaparan,menderita sakit selama setahun,dan memperkirakan umur dunia ini seratus tahun lagi,padahal orang yang sadar bahwa umur hidupnya berada digenggaman yang lain,tentu tidak akan menggadaikan hidupnya untuk sesuatu yang tidak ada.&lt;br /&gt;Dan orang yang tidak tahu kapan mati,tentu salah besar jika menyibukan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak &lt;a href="http://www.bebaspikiran.com/?id=kartiko"&gt;berwujud&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.bebaspikiran.com/?id=kartiko"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;.&lt;br /&gt;Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya,jangan pernah menanyakan kabar beritanya.dan jangan pula menanti serangan petakanya,sebab hari ini anda sudah &lt;a href="http://www.asiabersama.com/?id=kartiko"&gt;sangat sibuk&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2796502013398241454-2574789752516359491?l=iboviking-putrabara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/feeds/2574789752516359491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/biarkan-masa-depan-datang-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2574789752516359491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2796502013398241454/posts/default/2574789752516359491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iboviking-putrabara.blogspot.com/2009/10/biarkan-masa-depan-datang-sendiri.html' title='BIARKAN MASA DEPAN DATANG SENDIRI'/><author><name>Bara Solusindo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_0onkTZy4dB0/SzXUq0n6XGI/AAAAAAAAANc/k7UrwY1FV8k/S220/kartiko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
